Masyarakat Bogor Mengalami Kegagalan Berbudaya (Bag. 2: Macet)

2008 May 31
by bogorwatch

macet adalah salah satu masalah yang sering dikeluhkan oleh orang-orang di bogor. saya melihat ada tiga penyebab utama kemacetan di banyak titik kota bogor.

masalah pertama adalah jumlah pertambahan jalan yang tidak sebanding dengan pertambahan kendaraan bermotor. tentunya hal ini akan mengakibatkan kepadatan jalan semakin bertambah dari hari ke hari.

masalah kedua adalah angkutan umum yang terlalu banyak. entah apa yang dipikirkan oleh orang-orang di PEMDA kota bogor dengan memberi izin trayek begitu banyaknya, tapi yang jelas siapapun paham bahwa angkutan umum di kota bogor memang terlalu banyak. kalau kita lihat di jalanan, akan banyak kita temui angkutan umum yang hanya memiliki dua atau tiga penumpang.

masalah ketiga adalah masalah yang paling utama menurut saya, yaitu kedisiplinan. umumnya kemacetan disebabkan karena saling serobot, memakai badan jalan dari jalur yang berlawanan, memakai bahu jalan, dan angkutan umum yang ngetem seenaknya. sebagian besar biang keladi kemacetan memang sopir angkot, walaupun sebenernya ini juga mendapat katalis berupa masalah kedua yang tadi telah dipaparkan. sopir-sopir angkot ini tau bahwa mereka biang keladi kemacetan adalah mereka sendiri, tapi seperti tidak ada keinginan untuk berubah ke budaya yang lebih baik lagi. sekali lagi kegagalan masyarakat bogor dalam berbudaya. (Rae Arani)

6 Responses leave one →
  1. 2008 May 31

    fyuh. macet bikin stress kalo mo berangkat kuliah dari depok. kadang sampe naek ojek dari stasiun. hhu. *curhat* semoga saja masyarakat bogor akan lebih mampu berbudaya. amiin.

  2. 2008 June 11

    mungkin itu yg bikin sang supir angkot gak brubah2 kerjaannya: nyopir, klo dia tau dia suka bikin macet, brati dia pinter, klo dia pinter brati gak jadi supir angkot, hehee

  3. 2008 June 25

    hehehe 1 lagi.. angkot itu bikin polusi suara.. soalnya kerjaanya cuma klakson2 doang.. ada orang di pinggir lagi jalan di klakson.. ga ada orang pun dia klakson.. haaah pusing sayah

  4. 2008 July 29

    solusinya: pendidikan

  5. 2008 August 20

    Sebagai warga Bogor juga..setuju banget ma tulisan diatas. Sepertinya yang perlu diberikan pendidikan paling pertama itu adalah orang-orang yang menjadi penentu kebijakan di Pemda Bogor.

    Jumlah angkot gak akan membengkak seperti saat ini, kalo dulu pejabat yang memberikan izin trayek cukup cerdas untuk menghitung jumlah angkot yang ideal. Sayangnya yang jadi pejabat mungkin dulu sempat gak naik kelas waktu sekolah sehingga kurang cerdas, alhasil jalan-jalan di Bogor penuh dengan angkot….CMIIW

  6. 2008 October 26
    iwan permalink

    setuju banget…klo dah macet jd ’stess’ mengakibatkan warga Bogor jadi pada cepet tua dari umur sebenarnya

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS