Pernah Dengar Front Pribumi?
Tengkorak hitam dengan latar belakang dua buah tulang yang saling bersilangan dan sayap berwarna merah. Itulah lambang perkumpulan yang menamakan dirinya Front Pribumi di Bogor. Awalnya saya pikir ini memang gerakan pure dari orang-orang bawah (tukang becak, preman, pengamen, dll). Itu karena sekitar dua tahun yang lalu saya melihat orang-orang bawah tersebut banyak yang memakai kaos Front Pribumi. Bahkan dulu sempat terpikir untuk ikut gerakan ini karena kelihatannya memang bagus, pergerakan akar rumput.
Tetapi, beberapa waktu lalu, saya berbincang dengan seorang penjaga bengkel di Malabar. Dia katakan bahwa Front Pribumi itu kerjaannya Ki Gendeng pamungkas, seorang warga biasa yang rumahnya terletak di daerah babakan. Menurut cerita dari sang penjaga bengkel, Pak Gendeng orang yang kaya dan royal dalam memberikan uangnya kepada rakyat bawah. “Kalau parkir dekat sini, dia sering ngasih 10 ribu untuk uang parkir,” aku sang penjaga bengkel. “Beliau sering membuat acara di daerah rumahnya. Nggak jarang kami dapat ini itu: TV, kulkas, malah motor,” katanya. Apa kira-kira tujuannya ya?
Front Pribumi tidak pernah absen dalam mengisi tembok depan kampus IPB Baranang Siang dengan spanduk yang bertuliskan kata-kata yang bisa dibilang cukup frontal. Intinya, yang saya tangkap, mereka putus asa dengan demokrasi di Indonesia. Mereka mengajak untuk tidak percaya pada parpol apapun. Tapi, bergerak tanpa parpol di Indonesia? Apa bisa? (IQB)


FYI,
menurut sebuah stiker yang saya baca di angkot, Ki Gendeng Pamungkas ini sedang mencalonkan diri dalam Pilkada Kota Bogor.
wah….
kiamat iki!!!
kiamat!!!!
@ rae
emang lo bisa naek motor re? bisa ngojekin dong?
wah.. bisa dong….
tapi kalo ngojekin nggak bisa.
kan gue nggak punya motor.
cuma bisa bawanya aja.
Gendeng Pamungkas yang dukun itu ya ???
Apa bukan ?
gimana ya caranya ketemu dia?
@ puri : sebut saja namanya 3x : “gendeng…gendeng..gendeng..”
hehe… ga percaya demokrasi tapi tetep aja ikut pilwalkot.. jyahh.. gimana noh?
hushhh!!! hati2 klo ngomong! ntar disantet lohh…