Bulan Puasa Pengemis Meningkat
12 September 2008, pukul 16.00, saya berjalan melintasi jembatan penyeberangan yang menghubungkan gedung Himpunan Alumni IPB dengan Ngesti, banyak sekali pengemis yang ada sepanjang jembatan. Setelah melintasi jembatan, saya berhenti sejenak. Saya hitung berapa jumlah mereka, TIGA BELAS! Jadi, dari naik tangga, melintasi jembatan, sampai turun tangga, ada 13 pengemis. Itupun belum menghitung anak-anak mereka.
Yang lebih disayangkan, hamper semuanya adalah wanita sehat. Sebetulnya mereka bisa bekerja, tapi entah mengapa mereka mengemis. Apa mereka ini yang disebut pengemis musiman? Pengemis yang hanya ada ketika puasa? Karena biasanya, hanya ada sekitar 5 orang saja mengemis.
Seorang teman pernah mengirim sebuah tulisan tentang pendapatan pengemis. Mereka bisa mengumpulkan 1,5 juta/bulan, tidak jarang lebih dari itu. Mungkin angka itu yang menimbulkan pengemis musiman semakin menjamur, apalagi momennya tepat sekali, ramadhan, momen di mana muslim lebih banyak bersedekah dari biasanya.


Astaghfirullah.. inilah realita bangsa Indonesia yang ada sebagian rakyatnya menjadi parasit bangsa sendiri.
Mulai sekarang, bila memang niat dan serius ingin bershodaqoh, maka salurkan uang Anda untuk orang-orang yang memang ingin ‘produktif’ misal untuk modal usaha etc. Infaq anda akan jauh lebih bermakna..