Sedikit Cerita Tentang Pengamen Stasiun
22 Sep 2008 2 Comments
in Sosial
Pemandangan yang sudah biasa ketika alunan-alunan berbagai genre music bertalu-talu di dalam kereta, di pinggiran rel, di pojokan stasiun, dan tempat-tempat lain di sekitar stasiun. Ya, mereka adalah seniman-seniman jalanan yang biasa menghibur kita di stasiun. Ada yang menggunakan gitar sebagai instrument, keyboard, cello (bentuknya seperti gitar, jauh lebih besar, disender ke lantai), ada juga yang bermodalkan accu sebagai sumber energy gitar dan bass listriknya.
Di satu waktu, saya mendapat kesempatan berbincang dengan salah seorang dari mereka, remaja seumuran SMA, dengan gitar yang selalu dibangga-banggakannya. Dia bercerita tentang keanggotaan dan gap antar pengamen. Ternyata tidak sembarang orang boleh mengamen di stasiun, ada mekanisme registrasi dari manajemen AKA yang harus diikuti. Setelah registrasi, mereka baru boleh keluar masuk stasiun dengan bebas.
Di antara para pengamen, ada semacam strata dan aturan tak tertulis. Ada istilah pengamen senior dan pengamen junior, tentunya ditentukan dari berapa lama ia sudah mengamen dan seberapa bagus permainannya. Aturan tak tertulisnya adalah: sesame pengamen dilarang mendahului, kalau di satu gerbong sedang ada yang mengamen, maka pengamen lain dilarang masuk. Mungkin ini yang menyebabkan tidak pernah terlihat adanya keributan antarpengamen. Mereka solid. Senior dan junior saling hormat. Persaingan mereka sehat.
Ada satu hal yang signifikan berubah ketika banyak pengamen di dalam stasiun, yaitu tidak adanya copet yang berani beraksi. Kalau keadaan di dalam kereta ketika sedang berjalan, itu karena tidak ada pengamen saja. Copet takut dengan pengamen. Mungkin copet dan pengamen sama-sama dari daerah urban, tapi mereka berbeda.



Sep 27, 2008 @ 13:24:13
Saya mikirnya gini :
Pengamen beraksinya pas KRL agak longgar
Copett beraksinya pas KRL padet banget
jadi gak bakal ketemu
Nov 26, 2008 @ 11:01:00
kalo pengamen yang lagunya baru2 n enak2, wah saya seneng dengernya. tapi sama pencopet, tukang minta2, tukang sapu…. ngeri bgt tuh