Lapangan Basket Sempur Milik Siapa?

2009 January 19
tags: ,
by Iqbal

Dua tahun yang lalu, ketika tinggal di daerah Baranang Siang, saya sempat menggilai basket. Hampir setiap hari saya bermain basket. Kadang di Bogor Baru. Kadang di lapangan sekolah Malabar. Tidak jarang juga saya bermain di lapangan Sempur. Kadang pagi, kadang sore.

Waktu paling enak untuk bermain di lapangan sempur adalah pagi hari karena jarang sekali ada orang yang bermain di pagi hari. Lapangan serasa milik sendiri. Terkadang beberapa anak umuran SMP ikut bermain di pagi hari. Entah tidak sekolah entah sekolahnya siang, tapi saya yakin mereka anak-anak yang tinggal di daerah Sempur.

Kontras keadaannya ketika sore hari. Lapangan basket penuh sampai Maghrib. Bahkan, kalau weekend, tidak hanya sampai maghrib, tapi bisa sampai tengah malam.

Penggila basket di daerah Bogor kota memadati lapangan basket di sore hari. Anak sekolah ada. Anak daerah Sempur banyak. Orang dewasa umuran 20-30 juga mudah didapatkan.

Kepadatan mulai terlihat sejak sekitar pukul 4 sore. Biasanya yang main baru anak-anak daerah sempur dan anak-anak sekolah. Mendekati pukul 5 sore, lapangan semakin ramai. Kali ini yang datang kebanyakan adalah orang-orang dewasa.

Saya pernah sekali waktu sedang asik bermain, tiba-tiba orang-orang dewasa itu, bagi saya, terkesan mengusir kami yang sedang main. Mereka langsung membagi tim kemudian tanpa babibu langsung bermain di lapangan itu. Memang, menurut etika pemakaian lapangan yang saya pahami, ketika ada yang mau bermain di satu lapangan penuh itu sah-sah saja. Namun, harus dengan mengajak seluruh anak yang sedang main ketika itu, walaupun hanya basa-basi.

Itu tidak dilakukan oleh mereka. Secara tiba-tiba, mereka sudah mencoba memasukkan bola ke dalam keranjang yang sedang saya dan teman-teman saya gunakan, pertanda mereka sudah memulai permainan mereka. Kami langsung minggir dan menghentikan permainan dengan sendirinya.

Okelah, memang saya akui skill permainan mereka jauh di atas kami yang sedang main waktu itu. Ritme permainan mereka tinggi. Saya pribadi senang melihat permainan orang dengan ritme tinggi seperti itu, tapi tetap dengan hati dongkol karena dengan seenaknya mereka menguasai satu lapangan.

Mungkin ada yang punya informasi tentang hak pakai lapangan tersebut? Kalau memang ternyata mereka adalah Tim Basket Bogor dan mereka memang diberi jatah main oleh Pemkot setiap sore ya berarti saya yang salah. Tapi kalau tidak, sepertinya mereka harus mengubah tingkah mereka tersebut.

3 Responses leave one →
  1. 2009 January 23
    Doy permalink

    Kami dulu biasanya menyebut orang seperti Jurig Basket… Mereka berani karena mereka lebih banyak. Walaupun mereka Tim Basket Bogor, mereka seharusnya tidak melakukan hal2 seperti itu. Manusia di kota bogor sekarang sudah mulai banyak yg tidak diajarkan etika oleh ortunya. Guru kencing berdiri, murid sekarang kencingya terbang…hehehe…

  2. 2009 January 26
    The Prie permalink

    Lapangan itu milik warga Bogor. Semua orang berhak untuk menggunakannya, tapi tidak ada yang berhak untuk menguasainya per kelompok.

  3. 2009 January 28

    @Doy: kalau memang itu tim basket bogor, dan dia memang diberi jatah main tiap sore oleh pemkot, ya gapapa, kan nama bogor yg berkibar…tp curiganya mrk bukan tim basket bgor tuh…

    @The Prie: idealnya begitu, tapi terkadang sulit merealisasikan hal ideal di Indonesia

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS