entah bagaimana dengan anda, tapi saya merasa pelayanan PDJT Kota Bogor melalui bus transpakuan mengecewakan. karoseri bus yang buruk sehingga banyak interior bus yang rusak, AC yang gagal mendinginkan ruang kabin, sampai pintu hidrolik yang kini berubah menjadi pintu manual adalah serentetan ketidaknyamanan bus transpakuan. bukannya memperbaiki kekurangan-kekurangan fundamental yang ada, transpakuan justru melakukan inovasi-inovasi yang tidak jelas tujuannya. inovasi itu antara lain adalah pemasangan layar pemantau (cctv) yang biasa tergantung di jendela depan dan rotary door di pintu keluar bus yang justru menyulitkan penumpang naik dan turun.
anehnya, semua inovasi itu seperti mandek di tengah jalan. layar pemantau tidak pernah difungsikan dan rotary door, yang sedianya digunakan untuk penumpang langganan dengan karcis elektrik, juga tidak kunjung terealisasi.
tidak sampai di situ, pembukaan trayek baru ciawi-baranangsiang seperti tidak melalui perencanaan yang matang. trayek dengan jalur yang sama persis dengan rute angkutan kota 01A membuat bus transpakuan trayek ini sepi penumpang. dan sekarang, inovasi baru kembali diluncurkan, yaitu dengan menggunakan perempuan sebagai kondektur bus.
entah perasaan saya saja atau memang demikian adanya, tapi saya merasa si kondektur terlalu modis untuk menjadi kondektur



