Warna-Warni Bogor di Taman Kencana
20 Nov 2011 14 Comments
in Fasilitas Umum, kuliner, pariwisata Tags: Taman Kencana Bogor
Lihat-lihat, nongkrong, makan, skateboard, capoeira, mau apa lagi?
Heren van de Thee (Pengusaha Teh), buku curhatan orang Belanda yang membuat perkebunan di Jawa Barat dahulu kala, bercerita banyak tentang keadaan Jawa Barat di seputaran abad ke-19. Kata buku ini, sebagian besar wilayah Bogor, terutama yang di luar lingkar kotanya, adalah kebun karet. Cuma sedikit wilayah yang sudah di-set sebagai kota ketika itu yang dicirikan dengan atribut “kota”: lansekap rapi, sanitasi oke, jalanan bagus, dan lain-lain. Taman Kencana termasuk bagian dari yang hanya sedikit itu. Bogor beruntung, karena tidak semua kota di Indonesia memiliki taman buatan Belanda seperti ini.
Sebetulnya di Bogor ada juga taman yang lebih besar dan lebih terkenal yaitu Kebun Raya Bogor. Tapi untuk ke sana, kita perlu membayar. Jadi kesan “rakyat”-nya tidak sekental Taman Kencana. Kali ini, Kami ingin mengajak Anda ngobrol tentang Taman Kencana.
Pada umumnya, kabupaten-kabupaten di Jawa memiliki taman umum yang biasa disebut “alun-alun”. Biasanya juga alun-alun ini dikepung oleh bangunan Masjid Raya dan Kantor Polisi, atau yang sedikit berbeda mungkin adalah hadirnya Pasar Tradisional dan Kantor Pemerintahan.
Taman Kencana tidak dikelilingi oleh satu pun dari itu. Di sekitarnya, yang ada malah gedung-gedung tua milik IPB dan sejumlah balai penelitian. Keduanya juga merupakan gedung-gedung peninggalan Belanda dengan langit-langit tinggi yang khas dan suasana yang bikin deg-degan di malam hari. Mayoritas sarana dan prasarana di sekeliling Taken, sebutan akrab warga Bogor untuk Taman Kencana, adalah warisan dari jaman Belanda.
Fakta bahwa Taman Kencana tidak dikelilingi hal-hal umum yang ada pada Taman Kota membuat seorang teman dari Arsitektur Lansekap pernah berkata, “Taken itu bukan Taman Kota. Taken lebih mirip Taman Lingkungan.” Artinya, taman itu sebetulnya untuk orang-orang di lingkungan situ saja. Konsepnya mirip-mirip dengan taman yang biasa ada di dalam kompleks perumahan.
Tapi Taman Kencana letaknya kadung strategis, karena: berlokasi di tengah kota, ada jalur angkutan umum yang melewatinya, dan -ini yang paling penting- banyak pilihan tempat makan dan tempat nongkrong. Itulah mengapa warga Bogor dari berbagai kalangan dan umur akur menjadikan Taman Kencana sebagai meeting point.
Nah kan. Jadi agak blur. Apa yang seperti ini masih bisa dibilang Taman Lingkungan? Atau kita sebut saja ini Ruang Terbuka Hijau? Ah, apa pentingnya ya dikotak-kotakkan demikian? Taman Kencana adalah Taman Kencana. Taman yang memiliki bangku di setiap sudutnya. Taman yang punya lampu tembak di tengahnya untuk menjaga agar suasana malam taman ini tetap “sehat”. Walau sebenernya, kadang masih ada juga hal-hal yang nggak bener.
Taman Kencana punya banyak lapak dadakan di hari Minggu. Mulai dari penjual makanan, baju, mainan anak, DVD bajakan, bahkan sampai sales kartu GSM tumplek blek di taman ini.
Walaupun belum memiliki jogging track, air mancur, perosotan, apalagi koneksi wi-fi, tetap saja banyak yang setia datang ke sana. Minimnya fasilitas kenyamanan tersebut tidak membuat Taman Kencana diacuhkan begitu saja oleh masyarakat. Oh ya, satu lagi, Taman Kencana juga menjadi tempat buat ngabuburit yang ngehits banget di bulan puasa.
Ayo Kita Makan!
Bagian yang paling asyik dari lingkar Taman Kencana adalah tempat makan. Di sini banyak sekali tempat makan. Tidak sedikit orang datang ke sini untuk sekedar mencari makan. Tempat makan lawas yang ada di sekitar sini dan biasa menjadi target utama adalah Macaroni Panggang serta Pia Apple Pie. Keduanya mengejar pasar kalangan ekonomi menengah ke atas. Jarak keduanya hanya sepelemparan batu saja dari Taman Kencana. Cukup menyeberang jalan, Anda sudah sampai.
Namanya juga Macaroni Panggang, tentu menu andalannya adalah macaroni panggang. Gedungnya antik, nuansa Belandanya sangat kental. Kalau lantai bawah sudah penuh, kita bisa makan di lantai atas, mendekat ke jendela-jendela yang lebar. Asyik untuk nongkrong bersama teman atau keluarga.
Pia Apple Pie juga tidak kalah asyik buat nongkrong bersama teman dan keluarga. Tapi tempatnya agak menjorok ke dalam dari Taman Kencana dan tidak dilalui jalur angkutan umum. Dulu memang pernah dilewati oleh jalur bemo, tapi sekarang tidak lagi. Mungkin karena itu Pia Apple Pie memasang banyak plang penunjuk arah agar tidak kalah pamor dari tempat makan yang lain.
Selain tempat yang berkelas atas, ada juga kok tempat makan yang murah meriah sekaligus asyik. Sisi selatan Taman Kencana dipenuhi tempat makan. Tempat yang paling sering direkomendasikan adalah Ayam Bakar Panas, Warung Taman, Warung Sate, dan Agripark. Kecuali Agripark, semua tempat makan ini berjejer membentuk bedeng-bedeng. Selain yang sudah disebutkan, masih ada juga tempat makan lain yang tak kalah asyik di sekitar sini.
Kalau sedang bulan puasa, jangan coba-coba datang ke sini mepet maghrib. Dijamin pasti bakal susah mendapat tempat duduk. Taman Kencana memang salah satu pusat makanan enak di Kota Bogor.
Ngumpul sambil Olahraga Yuk!
Banyak komunitas-komunitas lain yang menjadikan Taman Kencana sebagai meeting point mereka. Komunitas sepeda fixie dan sepeda ontel hanyalah beberapa di antaranya.
Skaters Taman Kencana punya komunitas sendiri, namanya Bogor Independent Skateboard (Boper). Mereka terbilang solid dan sering ikut kompetisi di mana-mana. Ngumpul setiap sore, dari sekitar pukul empat sore sampai capek. Kalau weekdays, biasanya cuma sekitar sepuluh orang yang bermain, tapi jumlahnya bisa bertambah tiga kali lipat ketika weekend.
Kegiatannya sebenarnya positif, tapi lingkungan sekitar kasih kritik juga karena mereka sering meluncur di lantai taman dan membuat ubin yang ada menjadi rusak. Sempat dilarang, tapi sekarang tetap main lagi karena memang nggak ada tempat latihan lain. Gimana dong? Mungkin karena itu juga Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor mengganti sebagian ubin Taman Kencana menjadi area berbatu. Hal itu pula mungkin yang membuat skater-skater ini sesekali pindah lokasi latihan ke pelataran eks Pangrango Plaza.
Komunitas lain yang juga aktif di Taman Kencana adalah Capoeira Alegria bogor. Komunitas bela diri dari Brazil ini tidak dapat kritik karena tidak bikin lantai jadi retak. Palingan tulang badan sendiri yang bisa retak kalau lagi sial. Hehehe… Biasanya mereka latihan di Taman Kencana setiap Minggu pukul sepuluh pagi. Kalau ada yang tertarik dan mau langsung bergabung, mereka welcome banget lho!
Satu lagi olahraga yang nyangkut dengan Taman Kencana: jogging. Taman Kencana sendiri memang tidak punya jogging track, tapi tidak jauh dari situ ada lapangan Sempur. Tanpa dikomando, lapangan ini selalu penuh ketika weekend. Orang Bogor banyak yang ber-jogging di sini. Taman Kencana kecipratan ramainya dengan orang-orang yang selesai jogging. Seringkali di Minggu pagi, kita juga bisa menemukan pasangan orangtua dan anak yang bermain badminton di Taman Kencana, Menyenangkan!
Nah, kebayang kan, gimana dinamisnya kehidupan Taman Kencana. Selalu ada saja orang yang main ke sini. Walau fasilitasnya nggak bagus-bagus amat, tapi cukup efektif buat menarik pengunjung, terutama barudak Bogor.
Sebagai penutup, mari kita nikmati video footage Taman Kencana di minggu pagi sambil mendengarkan lagu asyik Two Blocks Away dari Cozy Street Corner. Band yang anggotanya adalah para alumni sebuah SMA yang jaraknya memang hanya two blocks away dari Taman Kencana.
****
Tulisan ini disertakan dalam 3 on 3 Competition yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ON | OFF 2011.







Nov 20, 2011 @ 20:25:37
Saya kurang piknik, baru tahu kalau Bogor punya Taman Kencana. Selama ini tahunya Kebun raya
Nov 21, 2011 @ 10:42:13
itu memang yg nomor 1 terkenal, tapi masuknya bayar =(
Nov 21, 2011 @ 00:32:27
seru maen disana
semoga pemerintah menyadari pentingnya taman-taman dalam kota bogor
Nov 21, 2011 @ 10:43:25
dibanding banyak kota lain di Indonesia, perawatan segitu udah lumayan loh
Nov 21, 2011 @ 12:06:47
Tanya dong. Klo dari Stasiun Bogor, ada angkutan umum apa yg menuju ke Taman Kencana?
Nov 21, 2011 @ 13:04:35
dari stasiun, langsung aja naik angkot 03 jurusan Terminal Baranangsiang. Nanti minta ke babangnya turun di Taman Kencana. =D
Nov 22, 2011 @ 15:50:46
Justru, karena Taman Kencana itu nggak ‘modern’ dengan tempat rapi dan fasilitas wifi, justru lebih memasyarakat menurutku.. Dulu sering nongkrong disitu sama temen2 sambil makan kalau habis joging minggu pagi…
btw, itu knapa poto2 di atas blog (head) bnyk yang ngerokok ya? (2 org, tp menurutku udah banyak). Kesannya kok orang bogor banyak perokok, IMHO
Nov 23, 2011 @ 11:29:35
Betul Taman Kencana sangat memasyarakat dan tetap menarik untuk dikunjungi ^^
Mengenai header blog, itu terkait dengan artikel kami beberapa waktu lalu mengenai Kawasan Tanpa Rokok di Bogor yang tetap digunakan orang untuk merokok secara bebas. However, kami memang berencana untuk mendesain ulang header blog ini. Terima kasih atas masukannya!
Nov 22, 2011 @ 22:02:17
Kirain blog bogorwatch ga masuk kriteria lomba hehe soalnya bukan blog pribadi
Saya dukung sesama urang bogor nih.. mampir juga ke yang saya dan kawan-kawan : http://www.unggulcenter.org/wp-admin/post.php?post=1365&action=edit
Hidup bogor !
Nov 22, 2011 @ 22:04:09
halah kok linknya salah
http://www.unggulcenter.org/2011/11/20/angin-dan-riak-sungai-di-taman-peranginan/
Nov 22, 2011 @ 23:19:59
pemerintah kota Bogor seharusnya membaca blog ini.
Nov 29, 2011 @ 00:48:20
sepertinya asik tuh taman,,,
Dec 23, 2011 @ 14:56:18
kok gak ada gambar saya he….he…he… secara dulu ane sering maen ke tempat ini visit my blog here
Feb 14, 2012 @ 14:36:34
Mana ada anak-anak Boper ditegur, yang ada malah usir paksa. Ga ada tegur2an. Ada lantai yang retak kita ganti dengan lantai baru dengan dana sendiri. Ada salah satu lantai yang bolong kita tambal dengan semen. Taken kotor kita bersihin, Boper membantu pedagang2 disitu agar jualannya laris demgam cara jajan ampe duit abis, ada yang berantem disitu kita lerai, no drugs, no drunk, yang perlu diusir tuh orang ga punya otak, orang mesum, geng2 motor yang suka bikin onar disitu.