<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>BogorWatch</title>
	<atom:link href="http://bogorwatch.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bogorwatch.wordpress.com</link>
	<description>Let's Talk About Our Bogor</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Nov 2009 11:56:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='bogorwatch.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/f9a3486cead4ff000bc584ea76543457?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>BogorWatch</title>
		<link>http://bogorwatch.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Terima Kasih atas Dukungan untuk BogorWatch!</title>
		<link>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/11/01/terima-kasih-atas-dukungan-untuk-bogorwatch/</link>
		<comments>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/11/01/terima-kasih-atas-dukungan-untuk-bogorwatch/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 11:40:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonadita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kompetisi Blog]]></category>
		<category><![CDATA[BogorWatch]]></category>
		<category><![CDATA[pb2009]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Blogger 2009]]></category>
		<category><![CDATA[XL Blog Award]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bogorwatch.wordpress.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[

Ya, TERIMA KASIH!
Atas dukungan suara anda, atas do’a anda, atas masukan dan kritik, dan atas kesediaan anda untuk kembali lagi membaca tulisan-tulisan dalam BogorWatch.
&#160;
Pada ajang XL Blog Award Pesta Blogger 2009 yang lalu, blog ini terpilih sebagai Blog Kategori Sosial dan Politik Terbaik. Kami bangga bisa menerima penghargaan tersebut, tentu menjadi pemicu semangat kami untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bogorwatch.wordpress.com&blog=1761306&post=208&subd=bogorwatch&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2></h2>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone" title="Para Pemenang XL Blog Award Pesta Blogger 2009" src="http://mahadaya.com/wp-content/uploads/2009/10/blog-award.jpg" alt="" width="452" height="302" /></p>
<h2>Ya, TERIMA KASIH!</h2>
<p>Atas dukungan suara anda, atas do’a anda, atas masukan dan kritik, dan atas kesediaan anda untuk kembali lagi membaca tulisan-tulisan dalam <a title="BogorWatch" href="http://bogorwatch.wordpress.com/" target="_blank">BogorWatch</a>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada ajang <a title="XL Blog Award" href="http://award.pestablogger.com" target="_blank"><strong>XL Blog Award Pesta Blogger 2009</strong></a> yang lalu, blog ini terpilih sebagai <a title="Terima Kasih Blogger Indonesia!" href="http://pestablogger.com/?p=1428" target="_blank">Blog Kategori Sosial dan Politik Terbaik</a>. Kami bangga bisa menerima penghargaan tersebut, tentu menjadi pemicu semangat kami untuk terus menuliskan tentang Bogor. Mudah-mudahan kami dapat terus berkarya menyajikan tulisan yang berkualitas tentu untuk Bogor tercinta. (<a title="Official blog of Nonadita" href="http://nonadita.com" target="_blank">nonadita, </a><a title="Official blog of Iqbal" href="http://sagoeleuser5.wordpress.com" target="_blank">iqbal</a> dan <a title="Official blog of Rae Arani" href="http://rumputpagi.tk/" target="_blank">kebon jahe</a>)</p>
<p>Sumber gambar: <a title="Mahadaya.com" href="http://mahadaya.com/2009/10/26/mahadaya-com-blog-bisnis-terbaik-blog-award-pestablogger09/" target="_blank">Blog Mahadaya</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bogorwatch.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bogorwatch.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bogorwatch.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bogorwatch.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bogorwatch.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bogorwatch.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bogorwatch.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bogorwatch.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bogorwatch.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bogorwatch.wordpress.com/208/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bogorwatch.wordpress.com&blog=1761306&post=208&subd=bogorwatch&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/11/01/terima-kasih-atas-dukungan-untuk-bogorwatch/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c95ee11d3f0f809249d933ebe4802b8f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nonadita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mahadaya.com/wp-content/uploads/2009/10/blog-award.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Para Pemenang XL Blog Award Pesta Blogger 2009</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngomong-ngomong transpakuan</title>
		<link>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/10/05/ngomong-ngomong-transpakuan/</link>
		<comments>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/10/05/ngomong-ngomong-transpakuan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 23:31:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kebon jahe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fasilitas Umum]]></category>
		<category><![CDATA[angkot]]></category>
		<category><![CDATA[bus]]></category>
		<category><![CDATA[Trans Pakuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bogorwatch.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[entah bagaimana dengan anda, tapi saya merasa pelayanan PDJT Kota Bogor melalui bus transpakuan mengecewakan. karoseri bus yang buruk sehingga banyak interior bus yang rusak, AC yang gagal mendinginkan ruang kabin, sampai pintu hidrolik yang kini berubah menjadi pintu manual adalah serentetan ketidaknyamanan bus transpakuan. bukannya memperbaiki kekurangan-kekurangan fundamental yang ada, transpakuan justru melakukan inovasi-inovasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bogorwatch.wordpress.com&blog=1761306&post=195&subd=bogorwatch&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>entah bagaimana dengan anda, tapi saya merasa pelayanan <a href="http://www.pdjtkotabogor.com/">PDJT Kota Bogor </a>melalui bus transpakuan mengecewakan. karoseri bus yang buruk sehingga banyak interior bus yang rusak, AC yang gagal mendinginkan ruang kabin, sampai pintu hidrolik yang kini berubah menjadi pintu manual adalah serentetan ketidaknyamanan bus transpakuan. bukannya memperbaiki kekurangan-kekurangan fundamental yang ada, transpakuan justru melakukan inovasi-inovasi yang tidak jelas tujuannya. inovasi itu antara lain adalah pemasangan layar pemantau (cctv) yang biasa tergantung di jendela depan dan <em>rotary door</em> di pintu keluar bus yang justru menyulitkan penumpang naik dan turun.</p>
<p>anehnya, semua inovasi itu seperti mandek di tengah jalan. layar pemantau tidak pernah difungsikan dan <em>rotary door, </em>yang sedianya digunakan untuk penumpang langganan dengan karcis elektrik, juga tidak kunjung terealisasi.</p>
<p><img class="alignleft" title="Seorang kondektur perempuan sedang menarik karcis dari penumpang transpakuan" src="http://bogorwatch.files.wordpress.com/2009/10/kenek.jpg?w=356&#038;h=473" alt="" width="356" height="473" />tidak sampai di situ, pembukaan trayek baru ciawi-baranangsiang seperti tidak melalui perencanaan yang matang. trayek dengan jalur yang sama persis dengan rute angkutan kota 01A membuat bus transpakuan trayek ini sepi penumpang.  dan sekarang, inovasi baru kembali diluncurkan, yaitu dengan menggunakan perempuan sebagai kondektur bus.</p>
<p>entah perasaan saya saja atau memang demikian adanya, tapi saya merasa si kondektur terlalu modis untuk menjadi kondektur</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bogorwatch.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bogorwatch.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bogorwatch.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bogorwatch.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bogorwatch.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bogorwatch.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bogorwatch.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bogorwatch.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bogorwatch.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bogorwatch.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bogorwatch.wordpress.com&blog=1761306&post=195&subd=bogorwatch&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/10/05/ngomong-ngomong-transpakuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e18a8b642a505e1cdafd9e76ad0c9383?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kebon jahe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bogorwatch.files.wordpress.com/2009/10/kenek.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Seorang kondektur perempuan sedang menarik karcis dari penumpang transpakuan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bingkai: Anak Pemulung</title>
		<link>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/10/05/bingkai/</link>
		<comments>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/10/05/bingkai/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 22:42:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kebon jahe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fasilitas Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[ekalokasari]]></category>
		<category><![CDATA[foto]]></category>
		<category><![CDATA[hujan]]></category>
		<category><![CDATA[pemulung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bogorwatch.wordpress.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[
Lokasi : Depan Ekalokasari Plaza
Waktu : 4 Oktober 2009
Seorang anak kecil dengan karung yang lebih besar dari badannya berjalan cepat mengikuti kakaknya sembari mengumpulkan botol dan gelas plastik yang banyak berserakan di jalan setelah hujan besar.
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bogorwatch.wordpress.com&blog=1761306&post=190&subd=bogorwatch&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="size-large wp-image-191 alignright" title="pemulung" src="http://bogorwatch.files.wordpress.com/2009/10/anak-jalanan.jpg?w=324&#038;h=432" alt="bigger than my body" width="324" height="432" /></p>
<p>Lokasi : Depan Ekalokasari Plaza</p>
<p>Waktu : 4 Oktober 2009</p>
<p>Seorang anak kecil dengan karung yang lebih besar dari badannya berjalan cepat mengikuti kakaknya sembari mengumpulkan botol dan gelas plastik yang banyak berserakan di jalan setelah hujan besar.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bogorwatch.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bogorwatch.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bogorwatch.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bogorwatch.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bogorwatch.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bogorwatch.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bogorwatch.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bogorwatch.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bogorwatch.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bogorwatch.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bogorwatch.wordpress.com&blog=1761306&post=190&subd=bogorwatch&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/10/05/bingkai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e18a8b642a505e1cdafd9e76ad0c9383?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kebon jahe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bogorwatch.files.wordpress.com/2009/10/anak-jalanan.jpg?w=768" medium="image">
			<media:title type="html">pemulung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lapangan Putih di IPB Baranangsiang</title>
		<link>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/09/30/lapangan-putih-di-ipb-baranangsiang/</link>
		<comments>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/09/30/lapangan-putih-di-ipb-baranangsiang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 10:45:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kebon jahe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[kapuk]]></category>
		<category><![CDATA[ipb]]></category>
		<category><![CDATA[baranangsiang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bogorwatch.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[oleh kontributor BogorWatch: eP 
Apa definisi ajaib? Labu menjadi kereta? terbang dengan naga? atau singa bisa bicara? Bagi saya ajaib adalah ketika satu hal sederhana mampu membuat tawa rekah pada banyak wajah. Seperti ketika sore itu, sesaat sebelum meninggalkan kota bogor, saya melintasi taman koleksi dan lapangan rumput di depan kampus ipb Baranangsiang. Di sana, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bogorwatch.wordpress.com&blog=1761306&post=179&subd=bogorwatch&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>oleh kontributor BogorWatch: eP </em></p>
<p>Apa definisi ajaib? Labu menjadi kereta? terbang dengan naga? atau singa bisa bicara? Bagi saya ajaib adalah ketika satu hal sederhana mampu membuat tawa rekah pada banyak wajah. Seperti ketika sore itu, sesaat sebelum meninggalkan kota bogor, saya melintasi taman koleksi dan lapangan rumput di depan kampus ipb Baranangsiang. Di sana, bediri gagah sebuah pohon kapuk randu raksasa. Kapuk yang sudah menjulang lama, semenjak kampus IPB ini didirikan.</p>
<p>Bagi mahasiswa-mahasiswa IPB, mungkin musim pecah kapuk randu di tengah kemarau bukan lagi hal yang aneh. Tapi bagi saya, melihat angin menghembus menerbangkan berkas kapuk ke udara, lantas hinggap putih di mana-mana, adalah ajaib.</p>
<div id="attachment_184" class="wp-caption aligncenter" style="width: 829px"><img class="size-large wp-image-184 " title="kapuk yang berjatuhan di depan Kampus IPB Baranangsiang (foto oleh: kebon jahe)" src="http://bogorwatch.files.wordpress.com/2009/09/kapuk11.jpg?w=819&#038;h=268" alt="kapuk yang berjatuhan di depan Kampus IPB Baranangsiang (foto oleh: kebon jahe)" width="819" height="268" /><p class="wp-caption-text">Pengunjung memanfaatkan fenomena ini untuk diabadikan atau hanya sekedar dinikmati (foto oleh: kebon jahe)</p></div>
<p>Saya tersenyum senang tiap kali angin bertiup cukup kencang, lalu serpih-serpih itu melayang, terbawa, menemukan gravitasinya, dan hinggap. Terpesona, saya melangkah ke tengah lapangan rumput yang telah ditutupi kapuk di sana-sini. Sepintas, mirip hujan salju baru turun di tempat ini. Orang-orang berfoto, anak-anak kecil bermain berlarian. Sebagian duduk-duduk ditepi. Sama-sama menikmati saat-saat yang tampak tak biasa ini.</p>
<div id="attachment_185" class="wp-caption aligncenter" style="width: 816px"><img class="size-large wp-image-185         " title="lapangan yang penuh dengan kapuk (foto oleh: kebon jahe)" src="http://bogorwatch.files.wordpress.com/2009/09/kapuk41.jpg?w=806&#038;h=191" alt="lapangan yang penuh dengan kapuk (foto oleh: kebon jahe)" width="806" height="191" /><p class="wp-caption-text">lapangan yang penuh dengan kapuk (foto oleh: kebon jahe)</p></div>
<p>Tak ada ruginya berkunjung ke tempat ini di kala senja dan langit beranjak teduh. Melihat interaksi unik manusia kota dengan pohon kapuk randu tua. Seraya melepas lelah, melepas imaji, mungkin melihat kapuk ringan bercanda dengan angin mampu meringankan beban apapun yg kita masing-masing miliki..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bogorwatch.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bogorwatch.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bogorwatch.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bogorwatch.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bogorwatch.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bogorwatch.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bogorwatch.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bogorwatch.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bogorwatch.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bogorwatch.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bogorwatch.wordpress.com&blog=1761306&post=179&subd=bogorwatch&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/09/30/lapangan-putih-di-ipb-baranangsiang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e18a8b642a505e1cdafd9e76ad0c9383?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kebon jahe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bogorwatch.files.wordpress.com/2009/09/kapuk11.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">kapuk yang berjatuhan di depan Kampus IPB Baranangsiang (foto oleh: kebon jahe)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bogorwatch.files.wordpress.com/2009/09/kapuk41.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">lapangan yang penuh dengan kapuk (foto oleh: kebon jahe)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Monster, Solidarisme ala Supir Angkot</title>
		<link>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/09/30/monster-solidarisme-ala-supir-angkot/</link>
		<comments>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/09/30/monster-solidarisme-ala-supir-angkot/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 09:27:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iqbal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fasilitas Umum]]></category>
		<category><![CDATA[angkot]]></category>
		<category><![CDATA[monster]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bogorwatch.wordpress.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Pernah ‘ngeh’ dengan tulisan “Monster” di jidat angkot yang berseliweran di Bogor? Ternyata supir angkot tidak seenaknya saja bisa memajang stiker “Monster”. Ada regulasi yang harus dipatuhi sebelum dinyatakan sah mendapat lisensi “Monster”.
Pernah satu waktu, aku berbincang dengan supir yang masuk komunitas “Monster” ini. Dia bilang, untuk awalan, anggota dikenakan biaya pendaftaran Rp150 ribu. Dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bogorwatch.wordpress.com&blog=1761306&post=177&subd=bogorwatch&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pernah ‘ngeh’ dengan tulisan “Monster” di jidat angkot yang berseliweran di Bogor? Ternyata supir angkot tidak seenaknya saja bisa memajang stiker “Monster”. Ada regulasi yang harus dipatuhi sebelum dinyatakan sah mendapat lisensi “Monster”.</p>
<p>Pernah satu waktu, aku berbincang dengan supir yang masuk komunitas “Monster” ini. Dia bilang, untuk awalan, anggota dikenakan biaya pendaftaran Rp150 ribu. Dengan uang segitu, sang anggota mendapatkan semacam ID card dan kaos komunitas, tentunya lengkap dengan pengakuan bahwa dia sudah masuk keluarga besar “Monster”.</p>
<p>Kalau yang aku tangkap dari omongannya, sepertinya anggota “Monster” eksklusif di kalangan supir angkot. Punya kedudukan lebih terhormat dari supir angkot biasa. Mereka juga lebih disegani. Supir angkot yang lain mesti berpikir dua kali kalau berurusan dengan anggota “Monster”. Bukan apa-apa, namanya komunitas yang sudah solid, kalau kawannya diusik, satu komunitas akan turun membantu.</p>
<p>“Monster” memang kompak. Mereka saling peduli di jalanan. Perlakuan sesama supir “Monster” akan berbeda dengan perlakuan supir “Monster” dengan supir biasa. Kalau anggota melihat supir angkot yang tidak dia kenal sedang kesusahan karena angkotnya mogok mungkin dia tidak akan terlalu peduli. Tapi kalau yang mogok itu angkot “Monster”, akan lain ceritanya. Bisa jadi dia akan turun membantu atau setidak-tidaknya berhenti sejenak untuk sekedar memberi saran.</p>
<p>Lalu, untuk apa uang Rp150 ribu nya? Kalau sang supir anggota komunitas atau bahkan istrinya sakit maka bendahara yang didapuk oleh manajemen “Monster” akan menggelontorkan sejumlah dana. Manajemen juga mendapat dana dari iuran yang dikutip setiap hari sebesar Rp3 ribu per anggota.</p>
<p>Dalam satu tahun, ada satu waktu saat anggota “Monster” berkumpul, kalau orang kota bilang, <em>gathering</em>. Saat itu, bisa ribuan angkot yang ikut ambil bagian dalam memeriahkan acara. Mereka solid sehingga mendapat posisi yang lebih eksklusif di mata supir lain.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bogorwatch.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bogorwatch.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bogorwatch.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bogorwatch.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bogorwatch.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bogorwatch.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bogorwatch.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bogorwatch.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bogorwatch.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bogorwatch.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bogorwatch.wordpress.com&blog=1761306&post=177&subd=bogorwatch&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/09/30/monster-solidarisme-ala-supir-angkot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff509bc19a0faf3e76032244a35c8c96?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iqbal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pohon Kenari: (Mencoba) Tegak Sampai Tegakan Terakhir</title>
		<link>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/09/19/pohon-kenari-mencoba-tegak-sampai-tegakan-terakhir/</link>
		<comments>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/09/19/pohon-kenari-mencoba-tegak-sampai-tegakan-terakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 12:14:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kebon jahe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bogor]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bogorwatch.wordpress.com/2009/09/19/pohon-kenari-mencoba-tegak-sampai-tegakan-terakhir/</guid>
		<description><![CDATA[Meski sudah mulai dilupakan, ternyata pohon kenari memiliki sejarah tersendiri di Kota Bogor. Selain dikenal dengan nama Kota Hujan, Bogor pun sempat dikenal dengan sebutan Kota Kenari. Disebut demikian karena banyaknya pohon kenari yang tumbuh di Bogor. Bahkan pohon kenari saat ini sudah ditetapkan sebagai ciri khas Flora Kota Bogor.
Pohon kenari jika sudah cukup tua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bogorwatch.wordpress.com&blog=1761306&post=173&subd=bogorwatch&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_172" class="wp-caption alignnone" style="width: 346px"><img class="size-full wp-image-172" title="rimbunan pohon kenari di sepenggal jalan pemuda" src="http://bogorwatch.files.wordpress.com/2009/09/publish.jpg?w=336&#038;h=448" alt="rimbunan pohon kenari " width="336" height="448" /><p class="wp-caption-text">Rimbunan Pohon Kenari di Sepenggal Jalan Pemuda </p></div>
<p>Meski sudah mulai dilupakan, ternyata pohon kenari memiliki sejarah tersendiri di Kota Bogor. Selain dikenal dengan nama Kota Hujan, Bogor pun sempat dikenal dengan sebutan Kota Kenari. Disebut demikian karena banyaknya pohon kenari yang tumbuh di Bogor. Bahkan pohon kenari saat ini sudah ditetapkan sebagai ciri khas Flora Kota Bogor.</p>
<p>Pohon kenari jika sudah cukup tua bisa memiliki batang yang besar dan tudung yang rimbun. Walaupun rimbun, guguran pohon kenari relatif lebih sedikit jika dibandingkan dengan pohon-pohon jenis lain yang juga biasa ditanam di pinggir jalan, seperti pohon mahoni.</p>
<p>Pohon kenari memiliki buah yang keras, sehingga biasa disebut dengan biji kenari. Buah kenari ini biasa dijadikan makanan oleh tupai. Oleh sebagian pengrajin di Bogor, buah kenari juga dijadikan sebagai bahan kerajinan tangan. Gantungan kunci dari buah kenari sudah sejak lama dikenal sebagai cinderamata khas kota Bogor yang biasa dijajakan di sekitar pintu masuk Kebun Raya Bogor.</p>
<p>Jika berkesempatan singgah ke kota Bogor, cobalah sekali-sekali melintasi jalan satu arah di jalan Pemuda atau jalan Ahmad Yani. Maka di kiri-kanan jalan akan dijumpai pohon-pohon kenari berukuran besar. Tidak ada yang tahu pasti semenjak kapan pohon-pohon kenari ini mulai ditanam. Namun konon kabarnya, pohon-pohon kenari di kedua jalan ini sudah ditanam semenjak jaman kolonial Belanda ketika Dandaels membuat jalan yang menghubungkan Jakarta dengan Bogor.</p>
<p>Selain di jalan Pemuda dan jalan Ahmad Yani, pohon kenari juga dapat ditemui di Kebun Raya Bogor. Bahkan nama jalan selepas gerbang utama Kebun Raya Bogor pun diberi nama jalan Kenari I. Sama seperti jalan Pemuda dan jalan Ahmad Yani, kedua sisi jalan di dalam Kebun Raya Bogor ini juga ditanami pohon-pohon kenari.</p>
<p>Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Bogor, Jumlah pohon kenari di sepanjang ruas jalan Ahmad Yani dan jalan Pemuda saja mencapai 130 pohon. Belum lagi bila ditambahkan dengan pohon-pohon kenari di jalan-jalan lainnya. Jumlah yang amat banyak itu membuat pohon kenari menjadi vegetasi yang paling dominan sebagai pohon yang ditanam di sisi-sisi jalan Kota Bogor.</p>
<p>Suasana jalan yang rindang membuat teriknya matahari menjadi tidak terasa manakala kita melintasi jalan-jalan ini di siang hari. Cobalah berjalan kaki di trotoar kedua jalan ini, maka rasa nyaman akan terasa. Rasa nyaman seperti inilah yang mungkin dirasakan orang-orang Belanda jaman dulu hingga menjadikan Bogor sebagai kota peristirahatan.</p>
<p><strong>Potensi Bahaya. </strong></p>
<p>Meskipun tampak rindang, pohon-pohon kenari yang ada di pinggir jalan ini menyimpan potensi yang dapat membahayakan pengguna jalan. Menurut Deni Sediawan, Kepala Bidang Pertamanan Kota Bogor, banyak pohon kenari yang saat ini sudah keropos bahkan mati. Pohon-pohon tersebut dapat roboh sewaktu-waktu dan membahayakan jiwa pengguna jalan.</p>
<p>Oktober 2008 lalu, ratusan batang pohon tumbang di sepanjang jalan Ahmad Yani yang mana sebagian besar adalah pohon kenari. Pohon-pohon tersebut bertumbangan setelah didera hujan deras dan angin kencang. <span id="more-173"></span>Maka dari itu, demi menjaga keselamatan pengguna jalan, pohon-pohon yang membahayakan terpaksa ditebang. ”Ada beberapa pohon kenari yang karena  kondisinya sangat membahayakan, terpaksa kita tebang,” Deni memberi penjelasan.</p>
<p>Penebangan pohon-pohon tersebut tidak dilakukan dengan serampangan, namun harus didasarkan pada hasil pengecekan dan pengkajian yang dilakukan terlebih dahulu. Selanjutnya, sesuai dengan tupoksi yang ada, pohon-pohon yang membahayakan tersebut ditebang. Sampai saat ini masih ada beberapa pohon kenari yang kondisinya sudah membahayakan namun belum ditebang.</p>
<p><strong>Peremajaan Pohon Kenari. </strong></p>
<p>Penanaman kembali pohon-pohon kenari di pinggir jalan bukan tidak dilakukan. Saat ini telah dilakukan penanaman kembali pohon-pohon yang ada di pinggir jalan dengan cara ”menyulam”. Cara menyulam ini adalah dengan menanam pohon dari jenis yang sama tepat di sebelah pohon yang akan ditebang.</p>
<p>Pohon yang ditanam untuk menyulam pohon kenari yang sudah keropos atau mati adalah pohon kenari dengan ketinggian sekitar dua meter. Masa kritis dari proses peremajaan pohon kenari adalah sampai pohon tersebut memiliki ketinggian sekitar tiga meter dan sudah memiliki cabang. Hal ini untuk menjamin terbentuknya akar pohon yang kuat. ”Paling aman itu jika cabang dari pohon tersebut sudah muncul,” Devi Librianti dari Unit Pelaksana Bidang Pertamanan menjelaskan.</p>
<p>Upaya peremajaan pohon-pohon kenari ini ternyata tidak mudah. Kesadaran masyarakat umum yang rendah menjadi penghambat keberhasilan proses peremajaan ini. ”Contohnya saat menjelang Idul Adha, banyak pedagang hewan kurban yang mengikat kambing-kambingnya di pohon-pohon yang baru ditanam. Akibatnya pohon-pohon yang masih muda itu mati,” Deni berkisah.</p>
<p>Devi menjelaskan bahwa untuk beberapa waktu ke depan mungkin kita tidak dapat lagi menikmati jalanan Bogor yang rindang dinaungi pohon kenari. Hal ini disebabkan karena peremajaan pohon-pohon kenari tersebut memerlukan waktu yang tidak sebentar. Di lain pihak, pohon-pohon tua yang selama ini menaungi jalanan kota Bogor banyak yang harus ditebang.</p>
<p><strong>Bogor Kota Jasa. </strong></p>
<p>Transformasi kota Bogor dari kota peristirahatan menjadi kota jasa sedikit banyak juga berpengaruh terhadap keberadaan pohon-pohon yang ada di pinggir jalan, termasuk pohon kenari. ”Kita sedapat mungkin mempertahankan pohon-pohon yang ada, tapi kemungkinan untuk terancam itu tetap ada,” ujar Devi.</p>
<p>Kota Bogor dengan visinya sebagai ”<em>Kota Jasa yang Nyaman dengan Masyarakat Madani dan Pemerintahan yang Amanah</em>”, tentunya memerlukan banyak pembangunan untuk menunjang visi tersebut. Sebagai kota jasa, Bogor masih memerlukan bukaan-bukaan yang lebih besar untuk jalan. Tentunya pembukaan jalan ini akan membuat pohon-pohon di pinggir jalan kota Bogor terancam.</p>
<p>Di tengah tuntutan modernisasi Bogor sebagai kota jasa, tentunya kita masih menginginkan kota Bogor yang tetap rindang dan asri. Bukan hanya kota yang sibuk dengan aktivitas manusia, namun juga Bogor yang tetap menyimpan romantika jaman dulu ketika masih dikenal sebagai kota peristirahatan. Semoga saja Bogor bisa kembali serindang dulu, seperti yang tersirat pada sepenggal jalan Pemuda dan jalan Ahmad Yani.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bogorwatch.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bogorwatch.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bogorwatch.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bogorwatch.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bogorwatch.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bogorwatch.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bogorwatch.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bogorwatch.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bogorwatch.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bogorwatch.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bogorwatch.wordpress.com&blog=1761306&post=173&subd=bogorwatch&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/09/19/pohon-kenari-mencoba-tegak-sampai-tegakan-terakhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e18a8b642a505e1cdafd9e76ad0c9383?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kebon jahe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bogorwatch.files.wordpress.com/2009/09/publish.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rimbunan pohon kenari di sepenggal jalan pemuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalan Terbaik di Bogor</title>
		<link>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/08/30/jalan-terbaik-di-bogor/</link>
		<comments>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/08/30/jalan-terbaik-di-bogor/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 02:36:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonadita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fasilitas Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Cihideung Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[istana batutulis]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Rancamaya]]></category>
		<category><![CDATA[Warso Farm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bogorwatch.wordpress.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Pada sebuah jalan menuju Warso Farm, Cihideung Bogor, ada satu pemandangan menarik. Di sebelah kiri jalan terdapat plang bertuliskan, &#8220;Anda memasuki jln kehancuran&#8230; Lanjutkan!!!&#8221;. Rupanya plang tersebut mengawali ruas jalan yang jelek, berbatu-batu layaknya tak pernah terlapisi aspal&#8221;.
Sekitar 1 kilometer dari situ, plang lain di sebelah kanan bertuliskan, &#8220;Selamat!!! Anda melintasi jln terbaik di Bogor&#8221;. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bogorwatch.wordpress.com&blog=1761306&post=164&subd=bogorwatch&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="size-full wp-image-165 alignright" title="UPload 1" src="http://bogorwatch.files.wordpress.com/2009/08/upload-1.jpg?w=246&#038;h=189" alt="UPload 1" width="246" height="189" />Pada sebuah jalan menuju Warso Farm, Cihideung Bogor, ada satu pemandangan menarik. Di sebelah kiri jalan terdapat plang bertuliskan, &#8220;Anda memasuki jln kehancuran&#8230; Lanjutkan!!!&#8221;. Rupanya plang tersebut mengawali ruas jalan yang jelek, berbatu-batu layaknya tak pernah terlapisi aspal&#8221;.</p>
<p>Sekitar 1 kilometer dari situ, plang lain di sebelah kanan bertuliskan, &#8220;Selamat!!! Anda melintasi jln terbaik di Bogor&#8221;. Yayaya, ironis. Nyindir abis memang..</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-166 aligncenter" title="Cihideung" src="http://bogorwatch.files.wordpress.com/2009/08/upload-3.jpg?w=316&#038;h=332" alt="Cihideung" width="316" height="332" /></p>
<p>Saya jadi teringat percakapan dengan seorang sopir angkot sekitar hampir lima tahun lalu.</p>
<blockquote><p>Saya: Wah, jalan sini baru diaspal ya, Pak?<br />
Sopir: Yaa namanya ada warga sini baru diangkat jadi menteri. Ya diaspal.<br />
Saya: Lah kalo gaada yang jadi menteri?<br />
Sopir: Tau deh diaspal apa kaga..hahaha!</p></blockquote>
<p>(<a title="Official blog of Nonadita" href="http://nonadita.com"><strong>nonadita</strong></a>)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bogorwatch.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bogorwatch.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bogorwatch.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bogorwatch.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bogorwatch.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bogorwatch.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bogorwatch.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bogorwatch.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bogorwatch.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bogorwatch.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bogorwatch.wordpress.com&blog=1761306&post=164&subd=bogorwatch&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/08/30/jalan-terbaik-di-bogor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c95ee11d3f0f809249d933ebe4802b8f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nonadita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bogorwatch.files.wordpress.com/2009/08/upload-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">UPload 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bogorwatch.files.wordpress.com/2009/08/upload-3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cihideung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>malam di jalan suryakencana</title>
		<link>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/06/29/malam-di-jalan-suryakencana/</link>
		<comments>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/06/29/malam-di-jalan-suryakencana/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 07:38:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kebon jahe</dc:creator>
				<category><![CDATA[pariwisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bogorwatch.wordpress.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[malam tadi, selepas sholat maghrib di masjid dekat stasiun bogor, sebenarnya niat saya adalah untuk menonton film King atau Garuda di Dadaku. tapi apa daya, ternyata bangku kedua teater di BTM 21 yang menayangkan film-film tersebut sudah penuh. mau pulang, tanggung. mau main ke tempat lain, bingung hendak ke mana. tiba-tiba tercetus untuk mencoba jalan-jalan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bogorwatch.wordpress.com&blog=1761306&post=162&subd=bogorwatch&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>malam tadi, selepas sholat maghrib di masjid dekat stasiun bogor, sebenarnya niat saya adalah untuk menonton film King atau Garuda di Dadaku. tapi apa daya, ternyata bangku kedua teater di BTM 21 yang menayangkan film-film tersebut sudah penuh. mau pulang, tanggung. mau main ke tempat lain, bingung hendak ke mana. tiba-tiba tercetus untuk mencoba jalan-jalan di sekitar suryakencana. selepas menyeberang jalan juanda dari BTM, saya langsung naik angkot 02,tujuan saya adalah Gang Awut.</p>
<p>Gang Awut adalah nama jalan kecil yang melintang di tengah-tengah jalan Suryakencana. daerah ini terkenal dengan jajanannya, tapi saran saya untuk anda yang muslim, agak berhati-hatilah dengan kehalalan makanannya. maklum, daerah pecinan.</p>
<p>turun di perempatan gang awut, saya belok ke arah kanan. tidak jauh dari situ, sekitar 50 meter ada pedagang es pala. awalnya agak tidak terlalu yakin juga untuk membeli minuman di situ karena si pedagang hanya menggelar dagangannya pada meja kecil di depan bangku panjang. tidak ada tenda di atas meja yang penuh dengan toples-toples besar. tidak ada kain penutup yang menyekat antara bangku dan jalanan. tidak ada juga tulisan yang menyatakan bahwa yang diperdagangkan itu adalah es pala. akhirnya setelah menanyakan apa yang dijual oleh si ibu pedagang itu, saya minum di pelataran toko yang sedang tutup di belakang lapak si pedagang.</p>
<p>rasa-rasanya resep minuman itu sederhana saja. hanya buah pala yang diiris tipis-tipis, lalu dicampur dengan air gula, serta kelapa yang dikerok. namun rasa dari minuman itu cukup eksotis. awalnya saya agak ragu bisa menghabiskan satu cangkir besar, karena terus terang saya sendiri tidak suka dengan buah pala yang biasanya saya lihat dalam bentuk manisan pala. buah pala dengan sensasi pedas di mulut ternyata menjadi jinak dengan es dan manis dari gula.</p>
<p>setelah menghabiskan sedikit waktu untuk ngobrol-ngobrol, saya pun beranjak untuk membayar. ternyata hanya Rp 2500,00 untuk satu gelasnya. selesai dengan gang awut, saya kembali ke jalan suryakencana. saya mengambil jalan ke arah kiri, melawan arus kendaraan di jalan suryakencana yang satu arah. malam itu sangat cerah dan bulan menampakkan dirinya dalam bentuk sabit. malam senin seperti itu ternyata banyak toko-toko di suryakencana yang sudah tutup. akan tetapi hal itu tidak membuat keasyikan menyusuri jalan suryakencana menjadi berkurang. melintasi bangunan-bangunan tua dengan berjalan kaki membuat saya menjadi lebih dapat memperhatikan arsitektur yang ada.</p>
<p>di seberang jalan kemudian saya melihat tulisan Tan Ek Tjoan dalam huruf besar-besar. toko itu sudah tutup. setahu saya Tan Ek Tjoan dulunya adalah produsen roti yang cukup terkenal di Bogor. tapi dengan melihat keadaan bangunan toko itu, rasanya Tan Ek Tjoan sudah jauh melewati masa jayanya dan tergantikan dengan roti-roti lain yang lebih modern.</p>
<p>perhatian saya kemudian terpikat dengan sebuah toko yang kebetulan masih buka di sisi saya berjalan. saya tidak sempat memperhatikan nama tokonya, tapi itu adalah toko mainan. iseng-iseng saya masuk. mainan di sana amat beragam dan membawa saya pada kenangan masa kanak-kanak dulu. yang paling menarik adalah kembang api. rupanya toko itu masih menjual kembang api meskipun saat ini bukan musim tahun baru, bulan puasa, atau imlek. <span id="more-162"></span>kemudian di satu etalase saya menemukan jigsaw puzzle. 1000 keping hanya Rp 49.000,00. walaupun bukan merk clementoni yang buatan italia itu, tapi rasanya asik juga bermain puzzle. sayang uang di dompet tidak mengizinkan saya untuk melakukan transaksi di toko itu.</p>
<p>keluar dari toko itu, saya melanjutkan perjalanan ke arah pasar bogor. saat itu baru sekitar pukul 20.00, tapi ternyata sebagian pedagang sayur sudah mulai menggelar lapaknya di aspal suryakencana. sayur-mayur ini berasal dari berbagai tempat di sekitar bogor, bahkan sampai dari daerah leuwiliang. tempat ini memang pusat penjualan hasil pertanian di bogor. cobalah datang pukul 3 dini hari, tempat ini bukan main ramainya. dengan berbekal terpal plastik sebagai alas dan penerangan dari sebatang lilin, roda ekomoni rakyat ini bergerak tiap dini hari. keramaian pasar bogor saat saya melewati jalan ini malam tadi, tentulah belum ada apa-apanya dibandingkan jika saya melewatinya sekitar lima jam kemudian.</p>
<p>tepat sebelum Ramayana, di seberang jalan berjejeran dengan ramayana, saya melihat ada pedagang cakwe. ukuran cakwe yang panjangnya mencapai setengah meter membuat saya seperti laron yang terpikat pada cahaya, bergerak mendekat. &#8220;cakwe medan&#8221; begitu tulisan yang ada. seorang ibu menghentikan aktifitas mencetak cakwe dari adonannya untuk melayani saya. beliau menawarkan saya cakwe yang dihargai Rp 1500,00 per potongnya. &#8220;7 cuma 10.000, tapi kalau mau beli satu juga boleh, 1500 saja,&#8221; si pedagang menawarkan dagangannya pada saya. akhirnya saya memutuskan untuk beli 3 potong saja, Rp 4500,00. si ibu kemudian kembali menawarkan, &#8220;mau tunggu sebentar yang baru digoreng, biar dapet yang lebih prima,&#8221; si ibu menunjuk ke arah wajan besar yang berisi cakwe berwarna kuning. 3 cakwe raksasa dengan panjang setengah meter akhirnya sudah di tangan, lengkap dengan sambalnya. masih takjub dengan ukuran cakwe yang sedang saya pegang, saya pun membalas sms teman yang baru saja masuk. teman saya yang sedang di klaten itu sedang pamer kalau dia sedang makan sate kerbau khas solo yang nikmat. maka saya pun tidak kalah dengan menceritakan cakwe raksasa yang baru saja saya beli. akhirnya balas-balasan sms itu pun berakhir dengan penjelasan dari saya yang meyakinkan dia bahwa yang saya beli itu benar-benar cakwe, bukan roti banquet.</p>
<p>sekarang tinggal cari tempat yang nyaman untuk memakannya. habis suryakencana, saya pun kembali ke BTM. di restoran fastfood A&amp;W saya membeli rootbeer ukuran jumbo, Rp 9.800,00 per gelas besar. saya mengambil tempat duduk di luar. dari situ kita bisa melihat ujung jalan juanda penuh dengan angkot 02 yang sedang ngetem untuk membawa penumpang ke terminal laladon. sembari minum rootbeer, dengan nakal saya keluarkan cakwe yang tadi dibeli. kombinasi cakwe dan rootbeer ternyata tidak buruk. beruntung tidak ada pegawai A&amp;W yang menegur karena saya membawa makanan dari luar.</p>
<p>waktu menunjukkan 20.27 wib, sudah cukup malam, maka saya memutuskan untuk beranjak dari tempat itu dan pulang. walaupun batal menonton film lokal yang sedang booming saat ini, saya tidak menyesal. malam tadi memberikan saya pengalaman lain setelah lebih dari setengah dasawarsa saya tinggal di bogor.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bogorwatch.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bogorwatch.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bogorwatch.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bogorwatch.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bogorwatch.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bogorwatch.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bogorwatch.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bogorwatch.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bogorwatch.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bogorwatch.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bogorwatch.wordpress.com&blog=1761306&post=162&subd=bogorwatch&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/06/29/malam-di-jalan-suryakencana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e18a8b642a505e1cdafd9e76ad0c9383?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kebon jahe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rahasia Bogor Anti Banjir</title>
		<link>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/05/29/rahasia-bogor-anti-banjir/</link>
		<comments>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/05/29/rahasia-bogor-anti-banjir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 03:20:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iqbal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fasilitas Umum]]></category>
		<category><![CDATA[juanda]]></category>
		<category><![CDATA[selokan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bogorwatch.wordpress.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[
Arsitek Belanda memang mantap! Pemkot pun hebat dalam merawatnya&#8230;sehingga tidak ada selokan yang penuh dengan endapan seperti sungai-sungai dan selokan di Jakarta&#8230;
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bogorwatch.wordpress.com&blog=1761306&post=158&subd=bogorwatch&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">
<div id="attachment_159" class="wp-caption aligncenter" style="width: 573px"><img class="size-full wp-image-159" title="IMG_6378" src="http://bogorwatch.files.wordpress.com/2009/05/img_6378.jpg?w=563&#038;h=422" alt="pembersihan selokan di jalan Juanda" width="563" height="422" /><p class="wp-caption-text">pembersihan selokan di jalan Juanda</p></div>
<p>Arsitek Belanda memang mantap! Pemkot pun hebat dalam merawatnya&#8230;sehingga tidak ada selokan yang penuh dengan endapan seperti sungai-sungai dan selokan di Jakarta&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bogorwatch.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bogorwatch.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bogorwatch.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bogorwatch.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bogorwatch.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bogorwatch.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bogorwatch.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bogorwatch.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bogorwatch.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bogorwatch.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bogorwatch.wordpress.com&blog=1761306&post=158&subd=bogorwatch&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/05/29/rahasia-bogor-anti-banjir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff509bc19a0faf3e76032244a35c8c96?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iqbal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bogorwatch.files.wordpress.com/2009/05/img_6378.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_6378</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Curug Panjang Semakin Ramai</title>
		<link>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/04/02/curug-panjang-semakin-ramai/</link>
		<comments>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/04/02/curug-panjang-semakin-ramai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 11:59:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iqbal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fasilitas Umum]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[cilember]]></category>
		<category><![CDATA[curug panjang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bogorwatch.wordpress.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Menuju puncak, tepat di dekat masjid besar di daerah Mega Mendung, ada sebuah jalan seukuran satu mobil dan satu motor. Kalau ditelususri terus ke dalam, kita bisa mencapai sebuah tempat wisata Curug Cilember, air terjun yang cukup digemari masyarakat untuk dikunjungi.
Di sekitar Curug Cilember, ada beberapa curug (air terjun) lain yang tidak kalah serunya, seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bogorwatch.wordpress.com&blog=1761306&post=156&subd=bogorwatch&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Menuju puncak, tepat di dekat masjid besar di daerah Mega Mendung, ada sebuah jalan seukuran satu mobil dan satu motor. Kalau ditelususri terus ke dalam, kita bisa mencapai sebuah tempat wisata Curug Cilember, air terjun yang cukup digemari masyarakat untuk dikunjungi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Di sekitar Curug Cilember, ada beberapa curug (air terjun) lain yang tidak kalah serunya, seperti Curug Panjang. Dulunya, kawasan ini dikelola oleh Pertani, tapi sekarang ada pihak swasta yang mengambil alih. Peralihan ini terjadi sekitar 2007.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Si pengelola swasta ini cukup lihai mengelola dan mendidik penduduk sekitar untuk membangun Curug Panjang. Camping Ground disiapkan dan dirawat dengan konsisten. Jalan menuju Curug Panjang juga sudah diperbaiki dan dipenuhi tanda arah menuju curug itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Pengelola menarik retribusi sebesar 5 ribu/orang untuk masuk kawasan wisata itu dan 5 ribu lagi kalau kita menginap/camping di kawasan itu. Pengelola juga menyediakan penyewaan berbagai jenis tenda, dapur dadakan, api unggun, dan sebagainya. Untuk dome yang bisa diisi 5 orang, ditembak tariff sewa sebesar 330ribu. Angka itu cukup tinggi bagi para petualang yang suka betul-betul melebur ke alam. Jadilah camping ground itu dipenuhi oleh keluarga-keluarga dari kota. Tidak jarang, puluhan tenda sewaan habis disewa, terutama pada waktu-waktu libur panjang atau weekend.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Keadaan Curug Panjang semakin ramai saja. Ditambah lagi dengan dibukanya tempat wisata Matahari beberapa bulan yang lalu di dekat daerah itu. Bisa-bisa untuk keluar ke jalan raya Puncak, dibutuhkan waktu setengah jam dengan hanya menempuh jarak 1 KM.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Ada banyak hal positif yang merupakan buah dari ramainya kawasan Cilember. Perekonomian penduduk sekitar menjadi semakin bergeliat. Penjual makanan semakin banyak. Vila di sekitar juga semakin ramai dikunjungi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Namun, kita semua harus hati-hati. Kalau tidak dikelola dengan baik, alam Cilember akan semakin rusak akibat eksploitasi manusia. Ujung-ujungnya, tidak ada manfaat lagi yang bisa diambil dari Cilember.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bogorwatch.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bogorwatch.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bogorwatch.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bogorwatch.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bogorwatch.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bogorwatch.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bogorwatch.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bogorwatch.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bogorwatch.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bogorwatch.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bogorwatch.wordpress.com&blog=1761306&post=156&subd=bogorwatch&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bogorwatch.wordpress.com/2009/04/02/curug-panjang-semakin-ramai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/ff509bc19a0faf3e76032244a35c8c96?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iqbal</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>