Masyarakat Bogor Mengalami Kegagalan Berbudaya (Bag. 2: Macet)

macet adalah salah satu masalah yang sering dikeluhkan oleh orang-orang di bogor. saya melihat ada tiga penyebab utama kemacetan di banyak titik kota bogor.

masalah pertama adalah jumlah pertambahan jalan yang tidak sebanding dengan pertambahan kendaraan bermotor. tentunya hal ini akan mengakibatkan kepadatan jalan semakin bertambah dari hari ke hari.

masalah kedua adalah angkutan umum yang terlalu banyak. entah apa yang dipikirkan oleh orang-orang di PEMDA kota bogor dengan memberi izin trayek begitu banyaknya, tapi yang jelas siapapun paham bahwa angkutan umum di kota bogor memang terlalu banyak. kalau kita lihat di jalanan, akan banyak kita temui angkutan umum yang hanya memiliki dua atau tiga penumpang.

masalah ketiga adalah masalah yang paling utama menurut saya, yaitu kedisiplinan. umumnya kemacetan disebabkan karena saling serobot, memakai badan jalan dari jalur yang berlawanan, memakai bahu jalan, dan angkutan umum yang ngetem seenaknya. sebagian besar biang keladi kemacetan memang sopir angkot, walaupun sebenernya ini juga mendapat katalis berupa masalah kedua yang tadi telah dipaparkan. sopir-sopir angkot ini tau bahwa mereka biang keladi kemacetan adalah mereka sendiri, tapi seperti tidak ada keinginan untuk berubah ke budaya yang lebih baik lagi. sekali lagi kegagalan masyarakat bogor dalam berbudaya. (Rae Arani)

6 Comments (+add yours?)

  1. azkaa,,
    May 31, 2008 @ 17:20:47

    fyuh. macet bikin stress kalo mo berangkat kuliah dari depok. kadang sampe naek ojek dari stasiun. hhu. *curhat* semoga saja masyarakat bogor akan lebih mampu berbudaya. amiin.

    Reply

  2. iqbal
    Jun 11, 2008 @ 15:21:28

    mungkin itu yg bikin sang supir angkot gak brubah2 kerjaannya: nyopir, klo dia tau dia suka bikin macet, brati dia pinter, klo dia pinter brati gak jadi supir angkot, hehee

    Reply

  3. maya
    Jun 25, 2008 @ 16:47:03

    hehehe 1 lagi.. angkot itu bikin polusi suara.. soalnya kerjaanya cuma klakson2 doang.. ada orang di pinggir lagi jalan di klakson.. ga ada orang pun dia klakson.. haaah pusing sayah

    Reply

  4. fazlur
    Jul 29, 2008 @ 19:28:57

    solusinya: pendidikan

    Reply

  5. ipasha96
    Aug 20, 2008 @ 11:23:14

    Sebagai warga Bogor juga..setuju banget ma tulisan diatas. Sepertinya yang perlu diberikan pendidikan paling pertama itu adalah orang-orang yang menjadi penentu kebijakan di Pemda Bogor.

    Jumlah angkot gak akan membengkak seperti saat ini, kalo dulu pejabat yang memberikan izin trayek cukup cerdas untuk menghitung jumlah angkot yang ideal. Sayangnya yang jadi pejabat mungkin dulu sempat gak naik kelas waktu sekolah sehingga kurang cerdas, alhasil jalan-jalan di Bogor penuh dengan angkot….CMIIW

    Reply

  6. iwan
    Oct 26, 2008 @ 07:44:51

    setuju banget…klo dah macet jd ‘stess’ mengakibatkan warga Bogor jadi pada cepet tua dari umur sebenarnya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: