Pernah Dengar Front Pribumi?

spanduk yang ditempel front pribumi selalu mengarah ke tugu kujang

spanduk yang ditempel front pribumi selalu mengarah ke tugu kujang

Tengkorak hitam dengan latar belakang dua buah tulang yang saling bersilangan dan sayap berwarna merah. Itulah lambang perkumpulan yang menamakan dirinya Front Pribumi di Bogor. Awalnya saya pikir ini memang gerakan pure dari orang-orang bawah (tukang becak, preman, pengamen, dll). Itu karena sekitar dua tahun yang lalu saya melihat orang-orang bawah tersebut banyak yang memakai kaos Front Pribumi. Bahkan dulu sempat terpikir untuk ikut gerakan ini karena kelihatannya memang bagus, pergerakan akar rumput.

Tetapi, beberapa waktu lalu, saya berbincang dengan seorang penjaga bengkel di Malabar. Dia katakan bahwa Front Pribumi itu kerjaannya Ki Gendeng pamungkas, seorang warga biasa yang rumahnya terletak di daerah babakan. Menurut cerita dari sang penjaga bengkel, Pak Gendeng orang yang kaya dan royal dalam memberikan uangnya kepada rakyat bawah. “Kalau parkir dekat sini, dia sering ngasih 10 ribu untuk uang parkir,” aku sang penjaga bengkel. “Beliau sering membuat acara di daerah rumahnya. Nggak jarang kami dapat ini itu: TV, kulkas, malah motor,” katanya. Apa kira-kira tujuannya ya?

Front Pribumi tidak pernah absen dalam mengisi tembok depan kampus IPB Baranang Siang dengan spanduk yang bertuliskan kata-kata yang bisa dibilang cukup frontal. Intinya, yang saya tangkap, mereka putus asa dengan demokrasi di Indonesia. Mereka mengajak untuk tidak percaya pada parpol apapun. Tapi, bergerak tanpa parpol di Indonesia? Apa bisa? (IQB)

12 Comments (+add yours?)

  1. nonadita
    Aug 05, 2008 @ 15:32:45

    FYI,
    menurut sebuah stiker yang saya baca di angkot, Ki Gendeng Pamungkas ini sedang mencalonkan diri dalam Pilkada Kota Bogor.

    Reply

  2. rae si pengendara sepedah motor di bogor
    Aug 05, 2008 @ 22:08:29

    wah….
    kiamat iki!!!
    kiamat!!!!

    Reply

  3. nonadita
    Aug 06, 2008 @ 10:15:48

    @ rae
    emang lo bisa naek motor re? bisa ngojekin dong?

    Reply

  4. rae menjawab pertanyaan nonadita
    Aug 06, 2008 @ 20:00:17

    wah.. bisa dong….
    tapi kalo ngojekin nggak bisa.
    kan gue nggak punya motor.
    cuma bisa bawanya aja.

    Reply

  5. lovepassword
    Aug 31, 2008 @ 05:28:29

    Gendeng Pamungkas yang dukun itu ya ???
    Apa bukan ?

    Reply

  6. puri
    Sep 08, 2008 @ 12:07:38

    gimana ya caranya ketemu dia?

    Reply

  7. pupet
    Sep 20, 2008 @ 19:19:29

    @ puri : sebut saja namanya 3x : “gendeng…gendeng..gendeng..”

    Reply

  8. tanto
    Sep 21, 2008 @ 21:38:21

    hehe… ga percaya demokrasi tapi tetep aja ikut pilwalkot.. jyahh.. gimana noh?

    Reply

  9. iqbal
    Sep 22, 2008 @ 08:45:28

    hushhh!!! hati2 klo ngomong! ntar disantet lohh…

    Reply

  10. nando
    Aug 21, 2011 @ 21:18:58

    mungkinkah ada kemungkinan komunisme
    ;;;????

    Reply

  11. Pemudja Rahasya Pengwasa Gang Kanayakan
    Apr 10, 2015 @ 02:14:56

    Jang, geuwat geura hudangkeun anaking Ki Sunda ti Pakuan yen jalma keur ngarunghal Nusantara mamake ngaran bumiputera. Teu kudu kasiwer ku nasionalisme sempit, teu kudu anti-anti anu teu jelas anu matak ngabeulah ngahijina bangsa Nusantara nu Bhineka ka eusian ku Jawa Mataram, Jawa Majapahit, Sunda, Sumatera, Borneo, Papua. Ulah poho oge mun euweuh saudagar ti pacinaan jeung arab moal aya Islam di Nusantara. Tong pasiwer ku gerakan nu ngancurkeun manah. Jaga lembur ku saha bae, jaga dulur saha wae nu hade ku ucap tur lampah.

    Reply

  12. nusantara
    Aug 10, 2015 @ 00:49:10

    Menjadi rahasia umum bahwa organisasi masa di indonesia kebanyakan adalah sayap dari partai politik, (bila anda pernah aktif di ormas, tentu pasti tau dan pernah di arahkan nyoblos siapa) sehingga muncul istilah jual beli suara bahkan lelang suara di setiap pemilu, secara pandanganku front pribumi adalah ormas satu-satunya yang sadar bahwa demokrasi yang di jalankan oleh parpol di indonesia saat ini adalah salah. Sehingga front pribumi mengedepankan golput.Perlu diketahui saat itu kgp mencalonkan diri sebagai walikota, secara independen tanpa dukungan parpol.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: