Sedikit Cerita Tentang Pengamen Stasiun

copet di stasiun takut sama pengamen lohh...

copet di stasiun takut sama pengamen lohh...

Pemandangan yang sudah biasa ketika alunan-alunan berbagai genre music bertalu-talu di dalam kereta, di pinggiran rel, di pojokan stasiun, dan tempat-tempat lain di sekitar stasiun. Ya, mereka adalah seniman-seniman jalanan yang biasa menghibur kita di stasiun. Ada yang menggunakan gitar sebagai instrument, keyboard, cello (bentuknya seperti gitar, jauh lebih besar, disender ke lantai), ada juga yang bermodalkan accu sebagai sumber energy gitar dan bass listriknya.

Di satu waktu, saya mendapat kesempatan berbincang dengan salah seorang dari mereka, remaja seumuran SMA, dengan gitar yang selalu dibangga-banggakannya. Dia bercerita tentang keanggotaan dan gap antar pengamen. Ternyata tidak sembarang orang boleh mengamen di stasiun, ada mekanisme registrasi dari manajemen AKA yang harus diikuti. Setelah registrasi, mereka baru boleh keluar masuk stasiun dengan bebas.

Di antara para pengamen, ada semacam strata dan aturan tak tertulis. Ada istilah pengamen senior dan pengamen junior, tentunya ditentukan dari berapa lama ia sudah mengamen dan seberapa bagus permainannya. Aturan tak tertulisnya adalah: sesame pengamen dilarang mendahului, kalau di satu gerbong sedang ada yang mengamen, maka pengamen lain dilarang masuk. Mungkin ini yang menyebabkan tidak pernah terlihat adanya keributan antarpengamen. Mereka solid. Senior dan junior saling hormat. Persaingan mereka sehat.

Ada satu hal yang signifikan berubah ketika banyak pengamen di dalam stasiun, yaitu tidak adanya copet yang berani beraksi. Kalau keadaan di dalam kereta ketika sedang berjalan, itu karena tidak ada pengamen saja. Copet takut dengan pengamen. Mungkin copet dan pengamen sama-sama dari daerah urban, tapi mereka berbeda.

3 Comments (+add yours?)

  1. Luthfi
    Sep 27, 2008 @ 13:24:13

    Saya mikirnya gini :
    Pengamen beraksinya pas KRL agak longgar
    Copett beraksinya pas KRL padet banget
    jadi gak bakal ketemu😀

    Reply

  2. Ushanie
    Nov 26, 2008 @ 11:01:00

    kalo pengamen yang lagunya baru2 n enak2, wah saya seneng dengernya. tapi sama pencopet, tukang minta2, tukang sapu…. ngeri bgt tuh

    Reply

  3. dede
    Sep 06, 2012 @ 20:04:01

    pengamen d bogor gx sembarangan bro…

    gtu” dya dh bnyak kontrak d cafe” sejabodetabek,,,

    contoh jungle. cafe SLR dll,,,

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: