Dia HANYA Ingin Uang !

Ketika sedang berjalan dari Pakuan ke arah Botani, sayup-sayup saya mendengar ada panggilan dari belakang. Saya sengaja cuek sampai panggilan itu datang lagi. Saya menengok ke belakang. Sosok Bapak menjelang tua berpakaian compang-camping. Dia membawa semacam karung, entah apa isinya. Perawakannya persis seperti buruh petani yang habis bertani.

Dia meminta uang kepada saya. “Saya lapar….” katanya dengan sopan. Berdasarkan pengalaman2 sebelumnya, saya menghindari orang-orang bermental pengemis. Makanya saya langsung tanggap mengajaknya makan di salah satu kios soto di sebelah Damri. Awalnya dia menolak dengan berkilah,”Tapi saya juga kehabisan ongkos.” Saya jawab, “Tadi katanya bapak lapar?”

Akhirnya dia ikut juga. Setelah soto dipesan dan sudah dihidangkan di meja, saya pamit ke Bapak ini karena ada hal mendesak lain. Dia merokok tanpa terlalu mempedulikan saya. Semangkuk soto dan sepiring nasi masih indah tersaji di meja.

Beberapa hari kemudian, saya mampir ke kios soto itu lagi. Pesan soto ayam, persis seperti yang saya pesan ke Bapak itu. Ketika ingin bayar, sang Ibu pemilik kios menolak. Dia bercerita tentang soto yang saya belikan untuk Bapak itu. “Soto itu dibuangnya. Setelah saya ambil dan saya sajikan lagi tetap dibuangnya,” katanya. Ibu kios ini menolak saya bayar karena dia pikir soto yang saya berikan ke Bapak itu tidak dimakannya padahal saya sudah membayarnya waktu itu. Agar impas mungkin pikirnya.

Geram sekali saya mendengar cerita seperti itu. Berarti Bapak itu hanya ingin uang! Lapar hanya dijadikannya dalih semata. Mungkin satu saat nanti kalau ada kejadian seperti ini lagi, saya akan temani orang itu sampai dia selesai menyantap makanan yang dia minta. (IQBAL)

9 Comments (+add yours?)

  1. nonadita
    Nov 07, 2008 @ 11:09:30

    Mungkin dia sedang diet aja, bal… hihihi!!

    Reply

  2. Wongbagoes
    Nov 08, 2008 @ 02:12:35

    Hmmm,..

    Ya banyk orang meng-eksplotasi kemiskinan/kelaparan demi uang…

    Hati2x… hehehheh

    Reply

  3. Jenk
    Nov 08, 2008 @ 10:17:21

    hehe..

    saya malah salut sama si ibu kios penjual sotonya.

    Reply

  4. Ophie
    Nov 08, 2008 @ 20:40:27

    Ide bagus!! temenin sampe makanannya abis, jangan sampe mubazir. Masih banyak orang yang lebih lapar daripada tuh bapak2

    Reply

  5. kyai slamet
    Nov 19, 2008 @ 02:41:58

    mari tinggalkan masa jahiliah dengan bersedakah cara yang cerdas!

    anda juga bisa bersedakah dengan cara ini!

    Reply

  6. Nu
    Nov 22, 2008 @ 12:58:50

    emang..zaman sekarang… huff..sabar aja ya pak…🙂 btw si ibu sotonya tadi emang baik yak…:mrgreen:

    Reply

  7. Ushanie
    Nov 26, 2008 @ 11:14:50

    emang bener. saya pernah ngalamin yg kaya gitu. mkanya sekarang saya malez bgt ngasih org yang minta2. apalagi anak2 kecil yang di lampu merah. ngamen sampai malem kadang ujan2an. DIMANA ORANG TUA MEREKA????

    Reply

  8. chielicious
    Jan 07, 2009 @ 10:04:33

    Saya juga pernah ngasi roti ke anak jalanan yg ngemis minta uang..tapi dia bilang..’maunya uang aja !’😀

    Reply

  9. Tanti
    Jan 08, 2009 @ 13:02:55

    saya pernah kasih ke anak kecil di lampu merah uang receh Rp.500.. ehh dia jawab..mau nya Rp.1000…gubraaakkk…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: