bogor ketika hujan

entah bagaimana dengan anda. tapi beberapa hari ini saya merasa amat damai. hujan yang tidak kunjung berhenti mungkin memang membuat kesal sebagian orang. jemuran yang tak kunjung kering, dagangan yang sepi pembeli, janji yang harus dijadwal ulang. tapi untuk saya suasana yang ada sangat sempurna untuk bekerja.

siang tadi pekerjaan saya selesai, dan saya memutuskan untuk keluar dari rutinitas dan menikmati kota bogor yang basah. ketika sampai di daerah sempur, tepat di atas sungai ciliwung, tiba-tiba saya teringat kejadian 14 tahun yang lalu. saat pertama kalinya saya melintasi jalan itu. suasananya persis sama. hujan lebat, jalanan yang tidak padat, memberi nuansa hangat di tengah dinginnya udara.

saya sadar, bahwa 14 tahun yang lalu, ternyata saya telah jatuh cinta pada bogor. inilah bogor yang saya sukai. tidak peduli orang yang terus mengomel karena hujan tak kunjung reda, tapi saya suka bogor ketika hujan.

bogor ketika hujan siang tadi ternyata membawa wajah bogor 14 tahun yang lalu ke permukaan. ketika angkot tidak merajai jalanan. bogor ketika hujan siang tadi seakan berusaha meyakinkan kembali kepada saya kenapa bogor disebut sebagai kota hujan. tidak heran orang-orang belanda jaman dulu membuat bogor sebagai tempat peristirahatan. sebelum orang – orang pribumi membuat bogor menjadi pikuk dan mengungsikan tempat peristirahatan itu sedikit ke atas lagi, ke puncak.

20 Comments (+add yours?)

  1. desty
    Feb 07, 2009 @ 08:15:22

    Suatu hari, waktu itu hujan tanpa henti sudah masuk ke hari ke-sekian… aku menelpon teman-temanku di kota lain, dan mulai mengeluh tentang hujan tanpa henti di bogor.
    Teman-temanku cuma bilang “namanya juga kota hujan, des….kok mengeluh sih??”
    ……..(speechless)………………

    Reply

  2. sagoeleuser5
    Feb 09, 2009 @ 02:48:15

    14 tahun yg lalu udah jualan sayur re?? =p

    Reply

  3. Danar si Sappii
    Feb 11, 2009 @ 10:26:14

    Itulah salah satu indahnya bogor. Di hujannya.
    Jadi inget, dulu waktu SMA (di Bogor) pernah gw pulang sekolah keujanan, baju basah kuyup, rambut lepek, tas udah berasa handuk basah, eh pas nyampe rumah (di Depok) gak taunya di rumah tuh kering kerontang, gak ujan sama skali. Yang ada gw diledekin ma tukang2 ojek..
    “De, nyebur di mana??”
    Hahaha.. Jadi nostalgila.

    Reply

  4. Moes Jum
    Feb 12, 2009 @ 21:51:15

    Bogor memang indah … masalahnya apakah keindahan dan kenyamanannya betul2 sama dengan tahun2 lalu?? Gimana dengan kondisi The Historical Ciliwung and Cisadane di Bogor? Bukankah sekarang sudah penuh sampah dan tepiannya dirusak oleh bangunan2? Kayanya orang Bogor perlu berbuat lebih deh. Untuk mengembalikan Bogor jadi tempat yang sejuk, nyaman dan indah (gak cuman pas habis hujan).

    Reply

  5. agungpsiko
    Feb 12, 2009 @ 23:57:17

    bogor seperti dahulu 14 tahun, keren tuuh…apalagi bogor setelah Thomas Cartenz selesai membangun bogor (1800-an), tapi apakah cukup dengan mengharapkan bogor seperti dahulu (hanya dikepala???)..memang sekedar posting dan mengingatkan sudah cukup untuk membuka mata dan telinga..kalau saya dahulu pertama kali di bogor, sekitar tahun 1984-an dari jam 5 pagi hingga jam 7, masih bisa dijumpai asap kabut menyelimuti bogor, sekarang (2009) dimana lagi kecuali di daerah puncak..mudah-mudahan itu bukan salah satu indikator jelek,,atau hanya pengamatan saya saja yang jelek??? eeeem ngapain ya sebaiknya setelah ada di kepala, apa yang bisa dilakukan dengan tenaga…yaa???

    Reply

  6. spotbs
    Feb 17, 2009 @ 20:25:26

    ga salah lagi, bogor kota hujan.

    Reply

  7. azkaa,,
    Feb 18, 2009 @ 21:02:34

    ada enaknya ada nggaknya, tapi harus disyukuri lah.. yang jelas kudu bawa payung tiap hari, kalo nggak repot banget jadinya.. kadang kalo lupa bawa, terpaksa beli lagi deh.. romantika kota hujan, hehe..

    Reply

  8. Redy Satria
    Feb 19, 2009 @ 02:10:14

    Terutama hujan pagi yang (justru) membuat semangat membuncah dan sepertinya jejer payung didepan kelas merupakan pemandangan pagi biasa di setiap sekolah

    *Memungut kenangan di Kota Hujan*

    Reply

  9. ichay
    Feb 19, 2009 @ 15:40:10

    i loafs bogor🙂

    Reply

  10. idotkontji
    Mar 06, 2009 @ 21:36:36

    Bogor kota hujan dan kota yang membesarkanku dengan segala intriknya…😀

    Reply

  11. me
    Mar 07, 2009 @ 20:55:01

    gw setuju sm pikiran lo itu

    Reply

  12. meeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
    Mar 07, 2009 @ 20:55:45

    a

    Reply

  13. jakarta kota
    Mar 09, 2009 @ 22:38:01

    Ahh, Bogor dan Hujan sudah bagaikan sahabat.
    Tapi sekarang Bogor makin bersahabat dengan macet!

    Reply

  14. ikhsan
    Mar 14, 2009 @ 13:01:39

    kalau nggak hujan namanya bukan bogor🙂

    Reply

  15. iwantea
    May 23, 2009 @ 22:37:29

    Karena Bogor kota hujan, sejak jaman Belanda hingga th 70/80-an masih bisa ditemukan sebagian besar gang-gang di perkampungan dibuat jalan beton selebar 50 cm, kemudian di kiri-kanannya ditanam batu kali selebar 30 cm, baru setelah itu ada selokan. Jadi kalau hujan tidak pernah banjir atau ada genangan air karena air segera meresap ke dalam tanah. Sekarang umumnya gang full dibeton shg air semuanya lari ke sungai, sedikit yg meresap ke dalam tanah sebagai cadangan air tanah.

    Reply

    • Abah Sjam
      Nov 04, 2009 @ 07:58:21

      Pantaun yang pas…benar itu Kang Iwan…bebatuan di kiri kanan gang beton yag banyak di kota Bogor ..bukan semata ketidaksanggupan government saat itu membuat jalan beton lebar….tapi punya fungsi resapan yang terukur…bagus khan…

      Reply

  16. ANTO
    Oct 10, 2009 @ 23:29:56

    siape tuh cewek namanya yg bogor katanya bersahabat dgn macet blh kenalan ga n boleh mnt no hp nya ga? trims

    Reply

  17. Abah Sjam
    Nov 04, 2009 @ 08:03:00

    Hujan Bogor menumbuhkan kerinduan yang tidak kunjung reda…. he he eh (makanya tinggal di Bogor terus nih, dengan kesejukannya yang membuat rindu juga akan tidur malam)

    Kata Hendrawan Nadesul,Dr mah : Ciliwung Cisadane yang terlunta lunta mengalir ke utara….dan hiasan lumut pada bangunan tua …

    Reply

  18. dimas
    Jan 02, 2010 @ 13:03:22

    Bogor tanpa hujan rasanya kurang romatis, bogor yang begitu indah, sejuk dan nyaman dengan kenangan yang begitu banyak terjadi di kota ini, adalah moment yang paling tak terlupakan

    Reply

  19. M. Isya
    Jun 30, 2010 @ 17:09:32

    bogor setelah hujan, itu saat-saat favorit untuk jalan2 sambil naik motor, apalagi lewatin daerah sempur, depan istana bogor, atau taman kencana. Aku cinta bogor (sangat!!!)

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: