Maaf, Cuma Teh…

Lain ladang memang selalu lain pula belalangnya. Di Boyolali, susu menjadi minuman yang cukup terjangkau dan bukan menjadi barang yang jarang dibeli oleh penduduk desanya. Tapi di Jakarta sebaliknya, harga susu sudah 3 kali lipat karena sudah dikemas dan diberi macam-macam, sehingga lebih sulit dijangkau bagi orang yang sama status ekonominya dengan peminum susu di Boyolali.

McD di Indonesia menjadi tempat kumpul-kumpul bagi kalangan menengah ke atas. Berbalik dengan cerita kawanku di Aussy yang mengatakan hanya orang yang tidak punya uang saja yang makan produk McD.

Minuman teh pun demikian. Di Jawa Barat, teh nyaris sama harganya dengan air putih, jauh lebih rendah stratanya dari susu. Bahkan kalau menjadi tamu di Jawa Barat, hal yang biasa kalau pemilik rumah berkata, “Maaf, Cuma ada teh….” Keadaan jauh berbalik dengan di Inggris. Penduduk Inggris menempatkan minuman teh sebagai minuman yang paling mewah. Bahkan ada beberapa pesta teh yang mereka buat, saking terhormatnya minuman teh. Nilai teh di sana lebih tinggi dari nilai susu. Juga dengan negara-negara pengimpor teh pada umumnya. Jepang dan Cina juga punya ritual khusus untuk minum teh, dengan keramik khusus dan pakaian khusus.

Andai ada bule Inggris yang mampir ke salah satu rumah di pedalaman Bogor, lalu si pemilik rumah dengan malu-malu berkata, “Maaf, Cuma Teh….” Mungkin anggapan mereka akan sama dengan, “Maaf, saya Cuma bisa menyewakan kamar di hotel Salak.”

4 Comments (+add yours?)

  1. Kebon jahe
    Nov 24, 2009 @ 15:55:03

    ah becanda neeh…

    di indonesia teh emang keliatan murah, tapi kalo kualitas teh yang banyak di pasar indonesia sama yang di inggris ato jepang jelas beda jauuuuh. apalagi tea bag tea, itu hampir gak bisa disebut teh. kalo diliat dari data konsumsi teh dunia juga, indonesia gak termasuk konsumen utama. karena spesifikasi teh yang biasa disajiin di indonesia beda dengan yang di luar. soal kentel-kentelannya juga kalah.

    btw, gimana buku ngetehnya, bal? =P

    Reply

    • Iqbal
      Nov 26, 2009 @ 09:12:20

      bingung mau jawab apa…
      sepakat dgn kualitasnya yg beda jauh, yg bagus diekspor, yg jelek itulah yg kita minum di warung2 pinggir jalan…
      tea bag tea bisa disebut teh kok, selama 1 tea bag tea untuk 1 gelas (nilai manfaatnya tetep efektif), kenyataannya kan di warung2 diperkosa sampe warnanya gak keluar lg, bisa sampe berteko2…

      buku ngeteh otw re…=)

      Reply

  2. desty
    Nov 24, 2009 @ 20:53:14

    ngomong-ngomong soal teh.. pertama kali nyampe di jogja, saya sempat heran, kok makan nasi minumnya teh, bukan air putih. udah gitu manis lagi… tapi lama kelamaan saya terbiasa minum teh manis habis makan.
    susahnya pas nyampe bogor, habis makan dikasihnya teh tawar..uahhhh pertamanya pahit banget rasanya… tapi lama kelamaan jadi ga begitu doyan teh manis lagi😀

    Reply

  3. mutia
    Dec 12, 2009 @ 14:43:05

    lebih suka teh! lebih elegan!😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: