Penyelewengan Sungai 1

Kota Bogor termasuk kota yang padat, tidak kalah dengan Jakarta. Namun demikian, ada perbedaan besar. Kota Bogor punya sirkulasi air yang jauh lebih baik dari Jakarta. Sungai mengalir lancar. got-got besar dan dalam siap sedia menampung kelebihan air waktu hujan. Walau terkenal sebagai kota hujan, Kota Bogor pada umunya tetap aman dari banjir.

Tapi ada satu hal yang mengganggu saya dengan masalah sirkulasi air itu. Sungai Ciliwung yang ikut membelah Kota Bogor bercabang ke beberapa anak sungai. Salah satu anak sungai tersebut memotong desa babakan yang melintang di belakang kampus Pasca Sarjana IPB Baranang Siang.

Saya pernah tinggal di daerah ini waktu kuliah dulu. Setiap pagi ketika mau berangkat kuliah, saya melewati jembatan kecil untuk menyeberangi salah satu anak sungai. Nah, di situ saya sering mendapatkan pemandangan tak sedap. Banyak sekali warga di bantaran sungai yang membuang sampahnya ke sungai. Mereka membungkus sampahnya dengan kresek lalu membuangnya ke sungai. Tinggal membuka jendela rumahnya, lalu sampah dilemparkan begitu saja.

Beberapa kali juga saya melihat warga sengaja berjalan menuju jembatan untuk membuang sampahnya ke sungai. Sepertinya warga jenis ini punya tempat tinggal yang berjarak dengan sungai sehingga harus berjalan sedikit untuk membuang sampahnya ke sungai.

Kosan yang saya tempati letaknya agak jauh dari sungai. Kami selalu membakar sampah kami lalu menimbunnya dalam tanah. Itu sudah menjadi kebiasaan sebagian warga. Saya pikir tidak masaah kalau seperti itu. Kawan saya yang kosannya pas di bantaran sungai, mengaku selalu membuang sampahnya ke sungai lewat jendela kamarnya.

Entah karena kebiasaan itu atau ada alasan lain, sungai itu mengeluarkan bau yang khas. Bau yang tidak pernah saya cium sebelumnya. Mirip bau tanah ketika hujan tapi ada hawa-hawa anyirnya sedikit.

Sampai sekarang saya tidak tahu persis alasannya. Apakah tidak ada tim kebersihan yang dibentuk untuk menyambangi satu-persatu rumah untuk mengumpulkan sampah lalu dibuang di tempat yang semestinya? Atau jangan-jangan, membuang sampah lewat sungai adalah cara warga babakan untuk mengumpulkan sampah? Jadi, Dinas Kebersihan tinggal menunggu di hilir sungai, mengumpulkan sampah-sampah yang ikut bersama aliran air. Hmm…

4 Comments (+add yours?)

  1. Anggi
    Dec 09, 2009 @ 11:51:42

    kirain pemandangan yang “lain”, hehehe
    Tapi sekarang di beberapa tempat di bogor mulai terjadi banjir loh. Saya sebagai komuter jasa kereta api mengalami hal tersebut. Ketika hujan besar melanda kota Bogor, pintu utama stasiun Bogor praktis kebanjiran, bahkan beberapa meter sebelah utara pintu tidak dapat dilewati kendaraan sekalipun.

    Reply

  2. Anggi
    Dec 09, 2009 @ 13:14:08

    Kalo pake sendal jepit tiap hari jg pasti awet sepatu kerjanya😀

    Reply

  3. Iksa
    Dec 17, 2009 @ 11:38:33

    Hm sungaipun bisa menyeleweng ya …

    ada solusi untuk mendidik masyarakat tepi sungai itu?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: