Penyelewengan Sungai 2

Saya sempat tinggal di Asrama Leuser (dekat BBS, Dramaga) selama 2 tahun. Hampir setiap hari, saya melewati kampung/perumahan (entah apa namanya) yang ada di belakang SD Al Ihya untuk kemudian menuju terminal Bubulak.

Jalur tersebut melalui dua sungai. Sugai pertama cukup besar dan dalam. Sungai kedua jauh lebih landai dan dekat dari jalan, lebih mirip got yang lebar. Di sungai kedua ini, kalau masih pagi (sekitar jam 7) sering terlihat Ibu-Ibu yang mencuci baju. Di dekatnya kadang ada anak kecil (mungkin anaknya sendiri) yang buang air besar/kecil ke sungai. Agak menjijikan ya. Tapi ya itu yang saya lihat.

Kalau berangkat agak siang, kadang masih ada Ibu-Ibu yang mencuci baju. Anak-anaknya berubah aktivitas. Mereka berenang di sungai itu sambil tertawa riang bersama kawan-kawannya. Seru sepertinya, tapi kalau ingat paginya digunakan untuk apa sungai itu, hiiii…..

Memang, aliran sungai cukup deras. Saya tidak pernah melihatnya berhenti, apalagi sampai kering. Jadi memang cukup memudahkan untuk mencuci baju. Tapi kan, limbah deterjennya itu loh. Juga kebersihan airnya yang sangat tidak terjamin, apa tidak kuatir dengan kesehatannya? Akan riskan sekali terkena penyakit kulit.

Saya masih bingung apakah kegiatan tersebut sah untuk dilakukan warga, artinya tidak melanggar aturan, baik aturan kesehatan maupun aturan penggunaan sungai. Mungkin agak berlebihan kalau judul yang saya buat menggunakan diksi “penyelewengan”. Tapi bagi saya, sungai tidak untuk mencuci baju, maka paling tidak itu merupakan penyelewengan buat saya, hehe. Yah, tapi kalau alasannya lagi-lagi ketidakmampuan mengakses air bersih, mau bilang apa?

3 Comments (+add yours?)

  1. Anggi
    Dec 09, 2009 @ 11:56:52

    Mungkin rumah2 yang berada di bantaran sungai itu sulit untuk membuat sumur atau kesulitan biaya untuk memasang pipa PAM, makanya cara yg paling praktis ya dengan memanfaatkan sungai. Bukankah hal ini memang sudah dilakukan oleh nenek2 moyang kita dari jaman dahulu kala?! Tapi memang penggunaan detergen saat ini lebih berdampak terhadap lingkungan dibanding orang2 jaman dulu yang hanya memakai batu untuk menggerus pakaian.

    Reply

    • Iqbal
      Dec 11, 2009 @ 07:03:53

      kyknya gak juga deh, ada beberapa rumah besar di dekat situ gak nyuci di sumur tuh… mungkin lebih ke ketidakterjangkauan kali ya

      Reply

  2. Iksa
    Dec 17, 2009 @ 11:40:22

    Hm iya itu kan sudah dari jaman dulu … bagaimana merubahnya? apa tidak perlu cuci baju?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: