Mencari Citarasa Sumatera di Tanah Bogor

Bogor tidak ramah dengan lidah Sumatera. Sebenarnya ini masalah klasik bagi orang rantau. Lain padang, lain ilalang. Masakan di satu tempat belum tentu cocok untuk orang dari daerah lain.

Untuk orang Sumatera, yang masakannya dikenal dengan kerumitan racikan bumbunya, tentu sedikit banyak akan kaget ketika disodorkan masakan Bogor yang bumbunya relatif datar-datar saja. Sepelekah? Belum tentu. Seorang kawan saya pernah masuk rumah sakit setelah sekitar satu bulan tinggal di Bogor. Alasannya ternyata remeh saja. Dia mengalami malnutrisi karena tidak bisa makan masakan yang biasa dijual di warung-warung makan di Bogor.

Tidak selera makan katanya. Sambalnya tidak mantap. Bumbu sayurnya gak nampol. Nasinya dingin.

Okelah, mungkin memang kawan saya itu kelewat manja. Tetapi dengan kondisi demikian, maka kerinduan orang Sumatera akan citarasa khas tanah asalnya dapat menjadi sebuah peluang usaha yang cukup potensial. Sudah biasa dengan Rumah Makan Padang? Alternatif masakan khas Sumatera seperti Mie dan Nasi Goreng Aceh pun bisa menjadi pilihan.

Pagi tadi, saya menyempatkan diri untuk mencicipi Lontong Sayur Padang yang ada di dekat Stasiun Bogor. Lokasi persisnya adalah di pertigaan Jalan Kapten Muslihat dan Jalan Nyi Raja Permas (jalan menuju bagian depan stasiun Bogor). Dengan berbekal dua buah meja dan beberapa kursi plastik, dagangan pun digelar persis di depan sebuah Rumah Makan Padang. Selain lontong sayur, tempat ini juga menjual gado-gado, kripik balado, krupuk kulit, dan beberapa penganan kecil lainnya.

Lontong sayur yang sudah jamak dimakan sebagai sarapan lantas diberi citarasa khas Masakan Padang melalui bumbu-bumbunya. Sayurnya pun bukan sekedar gulai nangka, tapi juga dilengkapi dengan sayur pakis. Saya yakin tidak banyak tempat makan di Bogor yang menyediakan sayur pakis di dalam menunya. Wajar saja, sayur pakis tidak terlalu dikenal di luar Sumatera. Dengan dilengkapi satu butir telur dan kerupuk merah, harga yang harus dibayar hanya Rp 5.000,00 – 6.000,00.

Sayang sekali saya tidak berhasil mendapatkan gambar satu menu ini dalam keadaan komplit. Sepiring lontong sayur padang terlalu sayang ditunda hanya demi mengabadikan gambarnya.
hahaha..

Usaha terbaik saya untuk mengambil gambarnya. :P

Usaha terbaik saya untuk mengambil gambarnya.😛

5 Comments (+add yours?)

  1. desty
    Feb 11, 2010 @ 05:38:46

    untungnya selama tinggal di bogor saya ga malnutrisi karena bisa makan jenis makanan apa saja. kecuali oncom… aduh itu susah banget masuk ke mulut saya😀

    Reply

  2. Anggi
    Feb 12, 2010 @ 00:04:45

    Saya rasa sih masakan yg di warung2 knapa rata2 hambar, sepertinya memang pengen ngirit bumbu alias ngirit biaya produksi. Kalo dibandingin masakan rumah (seperti di rumah saya) pasti bumbunya lebih kental:mrgreen:

    Reply

  3. ade
    Jul 16, 2010 @ 15:31:58

    saya malah bosan,, pkl slm 2bulan di jambi tiap hari makananya santan,, mpe bogor msa mau makan2an santan juga…

    Reply

  4. Husen
    Apr 10, 2011 @ 12:38:33

    Misi bos mau titip iklan

    Dujual rumah + tanah

    Lt : 150m
    Lb : 7x10m
    Harga 35jt nego
    Surat AJB
    Alamat : jln waru Gg masjid AT.taqwa
    Rt 02/04 no 31
    Kel : bOjong sempu
    Kec : parung
    Kab : bogor
    Desa : iwul
    Hub: bapak husen 02199710267 / 021 93671494

    Jual butuh tanpa Perantara..!!

    Trim’s bos atas tempatnya…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: