Balada Kereta Tua

Seorang bocah menikmati pemandangan yang melintas dari jendela kereta listrik

Kereta listrik, dibenci sekaligus dicintai pada saat yang bersamaan. Inilah moda transportasi massal yang paling efektif menghubungkan Jakarta dengan kota-kota satelitnya seperti Bogor.

Dalam satu rangkaian di jam sibuk, delapan gerbong kereta ini dapat mengangkut seribu penumpang lebih. Inilah jenis angkutan yang sangat digemari. Murah dan bebas macet.

Meskipun digemari, tak jarang juga kereta listrik dimaki-maki. Dalam satu gerbong yang padat, jangan harap mendapatkan kenyamanan. Untuk yang tidak terbiasa, pasti akan melihat keadaan di dalam gerbong sebagai sesuatu yang amat tidak manusiawi. Sebuah situasi yang tidak disia-siakan oleh para pencoleng dan mereka yang mencoba memanfaatkan kesempatan di dalam kesempitan. Maka tidak heran jika emosi penumpang jadi mudah meledak. Apalagi jika kipas dan AC tidak berjalan sepatutnya, menambah panas suasana yang ada.

Tingginya antusiasme masyarakat akan kereta listrik tidak dibarengi dengan tanggung jawab dan rasa memiliki. Memperbaiki kabin gerbong kereta terkadang terasa hanya menjadi pekerjaan yang sia-sia. Corat-coret di sana-sini dan segala kegratilan penumpang melekat jelas di seluruh bagian gerbong. Belum lagi mereka yang sepele saja membuang sampah, meludah, dan merokok di dalam gerbong. Semakin menyempurnakan ketidaknyamanan yang ada.

Tapi sekali lagi, kereta listrik adalah sebuah paradoks. Sebuah tempat yang dibenci sekaligus dicintai. Dicintai karena di dalam tarikan torsi roda-roda baja ini juga berpuluh bahkan ratusan orang mencari nafkah. Pengamen, badut sulap, penjaja minuman, pedagang buah, pedagang makanan, pedagang aksesoris, dan sederet pedagang-pedagang lain yang berjajar membentuk rangkaian di dalam rangkaian gerbong. Mereka semua mengandalkan kereta listrik sebagai tempat meniti hidup.

Sejuta alasan untuk membenci kereta listrik. Sejuta juga alasan untuk menantinya.

3 Comments (+add yours?)

  1. Kebon jahe
    Mar 23, 2010 @ 22:41:18

    I know i know. This article is not very related to Bogor. But I only have a very limited resource to converted into an article. This is not a masterpiece or what, even this is not a good one. but I have to write something.

    huff…

    I have to write something because I dedicated this article as my farewell greet. Something force me to move from Bogor, so this is my last post in Bogorwatch. If it is not, I believe the next post will not be happened in the next few months (or years).

    To anan and Iqbal, I have you two to go find some new talents. You just lost half of the team.
    hahaha..
    *disambit sendal*

    Reply

  2. manshurzikri
    Mar 28, 2010 @ 17:59:05

    I love this article so much. I think talking everything which is surrounding us is a good step to give a wind of change to the society.

    Train is one of many things that we can discuss about the society. Train relating the station from Bogor to Depok, especially, be an important issue to discuss. Perhaps by this article our government could correct their public policy better.

    I like your blog, It’s great! I hope you will post the articles about Bogor gradually.

    FYI, visit http://akumassa.org. It’s content is similar to yours, and maybe you can join to them so that you can increase the power to be the agent of change through virtual world.

    Reply

  3. Anggi
    Apr 13, 2010 @ 14:42:39

    Cerita tentang KRL Jabodetabek memang ga ada habisnya. Banyak kisah atau peristiwa yg bisa diangkat.
    Sepertinya perlu diadakan lomba Gravity untuk mewarnai kreta sehingga tersalurkan tuh bakat2 terpendam, hehehe

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: