Periksa Kembalian Dulu Ya!

Pernahkah anda memperhatikan tanda “Periksalah kembalian anda sebelum meninggalkan loket!” pada loket pembelian tiket kereta? Meskipun hampir semua pengguna kereta api pernah melihatnya, tapi nggak semua benar-benar menerapkannya.

Dalam perjalanan kereta dari Bogor beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan ibu seorang teman. Sambil mengomel beliau bercerita bahwa sudah beberapa kali naik kereta, kembaliannya selalu kurang. Nah lho?

Ibu teman: Sebel deh, dikasih kurang terus tuh kembaliannya. Kelihatannya sih kecil ya, tapi kalau petugas loket itu sering-sering kayak gitu, jadi kebiasaan!

Saya: Oh, memang sering ya, Tante?

Ibu teman: Sering banget, apalagi kalau pagi-pagi orang yang keliatan buru-buru mau ngejar kereta. Bayangin aja bisa dapet berapa tuh? Dikiranya ibu-ibu yang buru-buru kayak Tante, nggak ngitung lagi apa..

Saya: Terus Tante pas tadi tau kembaliannya kurang, ngapain?

Ibu teman: Tante balik lagi ke situ, Tante masuk aja ke loketnya, pukul tangannya dan bilang, “Heh kembaliannya kurang terus! KEBIASAAN KAMU YA!”. Dia bengong.

Saya: *melongo*

Begitulah, uang pas memang lebih baik. Kalau pake uang besar, memang sebaiknya periksa lagi uang kembalian yang jadi hak kita sebagai konsumen. Kekurangan/kelebihan kembalian bisa terjadi karena disengaja/terlupa. Kalau kesalahan hitung, nggak heran karena petugas loket setiap hari melayani ribuan penumpang. Kita hanya harus bertanggung jawab pada apa yang kita miliki. (nonadita)

6 Comments (+add yours?)

  1. lindaleenk
    May 28, 2010 @ 18:09:52

    :O
    bisa ya…..

    Reply

  2. Admin
    Jun 02, 2010 @ 10:02:59

    memang sering koq
    malah di milis KRL-Mania, ada anak yang pernah magang di stasiun ngomong, kalo itu disengaja.
    Dalam sehari bisa dapat uang 600 ribuan.

    Reply

  3. Admin
    Jun 02, 2010 @ 10:03:31

    dan uang itu dibagi2 sesama mereka.

    Reply

  4. a3u5z1i
    Jun 10, 2010 @ 12:32:43

    Kalau saya pengalamannya lain lagi.
    Waktu bayar iuran air, mbak petugasnya bilang kalau tagihannya sebesar Rp150.000,-
    Namun, ternyata di bukti pembayarannya tercantum hanya Rp130.000,-
    Begitu diminta kembaliannya, mbak tadi hanya bilang “maaf, lupa” (mukul kepala pake palu)

    Reply

  5. mel
    Jun 26, 2010 @ 14:57:22

    wahh… saya juga pernah sekali.. tapi bukan di Bogor sih…

    Reply

  6. Iqbal
    Jun 29, 2010 @ 15:31:37

    iya nih, sering curang memang, kadang2 modusnya, dia kasih kembaliannya sebagian dulu dgn harapan si pembeli tiket gak ngitung trus langsung ngacir, tp kalo kita nongkrong agak lama, gak dimintapun juga dikasih kurangnya…
    eh ini gak cuma di stasiun bogor aja loh, di stasiun senen untuk kereta ke Jawa juga petugasnya sering curang, bilang harga tiket yg gak sesuai sm yg di karcis…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: