Hak untuk Udara Bersih, Please?

Menegur perokok di Kawasan Tanpa Rokok, beranikah kita?

Penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sesuai rencana seharusnya diterapkan sejak awal bulan lalu. Program Pemerintah ini sudah mendapatkan buzz-nya bahkan sejak jauh-jauh hari sebelum diterapkan. Sekarang setelah waktunya datang, sudahkah sesuai harapan?

Nyatanya Bogor tak banyak berubah. Kecuali bertambahnya stiker dengan stiker Kawasan Tanpa Rokok di pintu angkot, yang lain tampak sama saja. Perokok di tempat umum masih banyak ditemukan di mana-mana, terminal, stasiun, angkot hingga di dalam KRL.

Stiker Kawasan Tanpa Rokok di Angkot Cimanggu

Stiker-stiker ini, cukupkah “power”nya untuk meminta hak kita sekedar untuk udara yang lebih baik di dalam kendaraan? Karena perokok yang paling pintar pun tahu, stiker tak cukup menakutkan bila lingkungan sekitar tak mau mengingatkan.

Untuk non-perokok (bahkan bagi beberapa perokok), asap rokok yang mengebul-ngebul di dalam angkot itu menyebalkan. Tisu di depan hidung atau gerakan kibasan tangan seringkali tak cukup menarik perhatian (apalagi kalau emang bebal). Tak ada stiker KTR yang bisa dijadikan rujukan, membuat sebagian orang lebih memilih menerima keadaan. “Naik angkot sambil menghisap asap rokok, nggak apalah daripada jadi keributan”, mungkin ini yang di dalam pikiran orang.

Padahal menegur perokok di dalam angkot nggak selalu berakhir dengan keributan. Hampir seluruh perokok yang saya tegur bersedia mematikan rokoknya dengan tanpa perlawanan, sisanya sambil ngomel atau mendelik kesal. Tapi itu nggak berarti memindahkan kesalahan. Pesan boleh sama (“tolong matikan rokok Anda”), tapi cara penyampaian yang berbeda bisa menentukan hasil akhirnya.

Diam tidak selalu berarti damai. Apalah artinya diam bila hati terus mengumpat (“rese nih perokok, nggak ngerti banget gw bawa balita/batuk-batuk”).. Sapa & mintalah kesediaannya untuk mematikan rokoknya sementara. Ucapkan terima kasih bila dia bersedia. Kalau dia nggak mau juga? Yakinlah dia sudah dapat sanksi sosial berupa cap sebagai orang yang nggak toleran dari para penumpang. (nonadita)

7 Comments (+add yours?)

  1. Anggi
    Jun 17, 2010 @ 09:48:44

    Emang gimana cara menegur yg baik? Mungkin klo wanita yg negur sih masih oke2 aja, daripada berakhir dengan lemparan tas di wajah, hehehe… tapi klo laki2 yg negur memang aga susah, karena pasti akan lebih banyak alasan😛

    Reply

    • nonadita
      Jun 22, 2010 @ 12:54:14

      Ada juga lho beberapa lelaki yg sengak jawabnya walaupun sudah ditegur dengan halus (sm perempuan pula)..

      Walaupun susah, ya dicoba aja. Kalau kira2 alamat ribut, ya mendingan pindah angkot aja dah

      Reply

  2. giza
    Jun 20, 2010 @ 16:55:56

    ada gga c sanksi dari pemerintah klo ada yang merokok d kawasan tanpa rokok tersebut?

    Reply

    • nonadita
      Jun 22, 2010 @ 12:52:42

      Menurut Perda tentang KTR tersebut, orang yg kedapatan merokok di KTR diancam hukuman penjara maksimal 1 hari dan/atau denda maksimal 1 juta rupiah.

      Hanya saja, info bagaimana aplikasinya (lewat razia atau oleh warga biasa, melapor ke siapa, harus ada saksi/nggak, dll.) belum disosialisasikan dengan baik.

      Reply

  3. egi
    Jun 23, 2010 @ 11:58:02

    Harusnya pemda bogor memberlakukan sticker dilarang merokok di angkot itu di 2 tempat: 1. Ruang supir, 2. Ruang penumpang. karena seringnya supir yang merokok ya penumpang ikut2lah..jadi gimana mo ditegur??? kenapa angkot 02 biru ( cisarua/cicurug) ga ada stiker dilarang merokoknya??? kereta api terutama kereta ekonomi, parah banget asap rokoknya, kenapa ga di kasih stiker juga??? mudah2an stiker2 tsb ga cm buang2 duit aja n jadi sampah tapi bnr2 berfungsi menyehatkan masyarakat terutama masyarakat bogor.

    Reply

  4. ade
    Jul 16, 2010 @ 15:23:56

    paling sebel liat bpk2 ngrokok dlm angkot,, biasanya angkot 03..
    lgsg aja gw tegor kdan nyuru tuh bapak2 baca tulisan deket pintu angkot (kl lg ada)..
    gbsa baca apa dia..

    Reply

  5. Arif Setiawan (@arip_setia)
    Aug 07, 2011 @ 11:12:08

    Sperti’y aturan ini tdak brjalan

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: