Kata Seorang Portir

Suasana di depan stasiun Bogor. Dok:gregory-widya.com

Irfan, seorang Portir Stasiun Bogor bicara banyak hal tentang pekerjaannya, kejadian-kejadian di lingkungannya, dan hubungan pengelola dengan beberapa pihak di sekitar stasiun. Berikut percakapan saya:

Iqbal: Sudah berapa lama mas kerja di stasiun Bogor?

Irfan: Saya sudah 2,5 tahun kerja di stasiun Bogor sebagai Portir. Portir itu memeriksa karcis penumpang yang masuk maupun yang keluar.

Iqbal: Selama kerja, ada pengalaman menarik gak?

Irfan: Kalau kecelakaan itu sering. Ada yang kesetrum sampai habis mukanya. Mungkin dia turunnya di jalan baru situ yang mau masuk stasiun Bogor. Mungkin dia ketakutan ngeliat petugas, dia pegang besinya itu. Itu saya baru ketemu kejadian sekali. Ada juga masuk peron perempuan umur 17 tahun lah. Dia masuk ke sela-sela kereta lewat, badannya remuk. Sempat masih ada nafasnya, pas sampai RS langsung meninggal. Yang bawa ke rumah sakit ya petugas.

Iqbal: Waduh, parah juga ya….

Irfan: Pernah juga ada kejadian di pasar Anyar, di pelintasan, ada yang ketabrak, meninggal.

Iqbal: Kalau pengamen itu resmi gak sih?

Irfan: Ada yang resmi ada yang nggak, tapi saya kurang tahu juga sih. Tapi yang jelas hubungannya sama petugas bagus-bagus aja.

Iqbal: Kalau pedagang?

Irfan: Itu ada yang legal ada yang illegal. Ada yang punya Kartu Tanda Anggota (KTA). Yang punya KTA boleh masuk.

Iqbal: Sering ada razia gak sih buat yang gak megang KTA?

Irfan: Iya, di sini ada yang namanya Pamsus, dia khusus buat menertibkan pedagang sama bantu-bantu keamanan.

Iqbal: Portir berapa orang sih di sini mas?

Irfan: Ada sekitar 40 orang.

Iqbal: Kerjanya jam berapa tuh?

Irfan: Ada 3 shift. Pertama 4 subuh sampai 12.30. Kalau shift 2 masuk jam 12.30, pulang jam 9 malam. Shift 3 jam 9 malam sampai 4.30.

Iqbal: Padahal malam di sini kan tutup ya?

Irfan: Tutup, tapi jaga-jaga. Kadang ada kejadian dipotong besi atau bantalan relnya, dijual. Kalau di Bogor belum ada kejadian, tapi buat jaga-jaga aja.

Iqbal: Copet?

Irfan: Ya ada aja. Tapi saya gak kenal mereka, mukanya gak kenal. Waktu itu saya ketemu langsung kasih ke polisi.

Iqbal: Seorang atau berkelompok?

Irfan: Waktu itu dapatnya seorang. Ada yang ebrkelompok, tapi mungkin di stasiun lain.

Iqbal: Okay, terima kasih ngobrol-ngobrolnya mas Irfan.

5 Comments (+add yours?)

  1. ndrew
    Jul 08, 2010 @ 12:11:54

    ih, serem banget tu yang kecelakaan. g bisa ngebayangin kalo lagi ada di situ..

    Reply

  2. ade
    Jul 16, 2010 @ 15:21:42

    hmmpp,, tnyt bgini lika-likunya..
    saya sering ke tempat ini lho…

    Reply

  3. ranggaw0636
    Jul 18, 2010 @ 15:15:48

    hmm, ngeri juga ya yang kejepit di kereta, harus ekstra hati2 emang

    Reply

  4. zamzam
    Oct 31, 2010 @ 05:51:17

    saya juga seorang portir baru,makasih atas infonya,mudah2an kerjaan saya yg baru ini lancar2 aja tanpa halangan…amin

    Reply

  5. andini
    Nov 10, 2012 @ 18:20:32

    mas irfan, mau tanya dong. kalo portir yang wajahnya agak cina2 gitu, namanya siapa sih mas? waktu itu saya & temen2 pernah ketemu di comuter khusus wanita. hehehe. makasih. dtunggu jawabannya.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: