Pandangan Warga Seputar IPB tentang TPB

Maksudku bukan mau buka-buka konflik yang ada, tapi cuma mau kasih tahu bahwa ada konflik antara IPB Dramaga dan warga sekitar yang dirasakan warga sekitar tapi mungkin gak dirasakan warga IPB.

Waktu itu aku masih baru di IPB. Kebetulan dapat tugas wawancara dengan pemerintahan di tingkat desa sekitar, yaitu Babakan (kalau gak salah), buat tanya, yang benar itu Darmaga apa Dramaga? Targetnya sih kepala desanya, tapi rupanya lagi keluar, jadi aku ngobrol dengan sekretaris desanya.

Awalnya pembicaraan sesuai dengan yang aku tuju, tapi kemudian pak sekdes belok jadi ngomongin tentang keluhan warga terhadap IPB. Program TPB (Tingkat Persiapan Bersama) yang diwajibkan buat anak IPB di tahun pertama ternyata mengganggu mereka.

Tiga ribu anak baru yang tadinya berpotensi kos di sekitar kampus jadi dialihkan kos di asrama yang disediakan IPB. Jelas itu bikin kos-kosan kehilangan pasar. “Lihat tuh kosan si anu, sekarang kosong. Kosan punya saya juga ada kosong beberapa kamar.” Kalau sudah urusan perut begini memang semua yang baik bisa jadi jelek.

Celaan yang aku tidak suka adalah, pak sekdes bilang (mungkin lagi emosi) buat apa sekolah tinggi-tinggi tapi sombong begitu, akhlaknya jelek, agamanya tidak terawat. Lah pak, kalau sudah bejat mah bejat aja, bukan karena dia sekolah tinggi.

Pak sekdes bilang, sekali-sekali mbok yo rektornya ngajak mereka (pengurus desa) ngobrol tentang hal itu. Wah, sudah kejauhan nih. Aku diposisikan sebagai pihak IPB sama si pak sekdes. Akhirnya aku sudahi saja secepatnya.

Buat IPB, mungkin ini terhitung masalah kecil. Jauh lebih kecil dari masalah IPB gak juara 1 di pimnas atau masalah ada dosen IPB yang diolok-olok menteri. Tapi buat mereka, penduduk sekitar IPB, gak makan itu jadi masalah besar. Tapi gak seheboh itu juga sih, hehe.

Seingatku, ujung-ujungnya liputan itu nongol di Koran Kampus yang isinya cuma 1 kalimat dalam boks kecil: Yang benar itu Dramaga, bukan Darmaga.

6 Comments (+add yours?)

  1. Abdul Aziz Nurussadad
    Jul 06, 2011 @ 17:10:55

    PertamaX, masalah nama saja IPB gak mau ngalah koq..

    Dosen Bahasa Indonesia saya jaman TPB ketika diskusi masalah tata nama wilayah, ane tanya, yang betul itu Dramaga atau Darmaga, entah gak bisa jawab, atau gak mau Jawab…

    ehh, dulu pas di Pertigaan Jalan Baru ke Yasmin, klo gak salah tulisan panah arahnya bertuliskan Dermaga..

    Reply

  2. Abdul Aziz Nurussadad
    Jul 07, 2011 @ 19:32:05

    dan Kantor Polisi setempat

    Reply

  3. asudomo
    Jul 09, 2011 @ 02:30:10

    oh, jadi yang bener dramaga toh

    Hem… klo masalah TPB dengan warga sekitar saya juga baru tahu (ketahuan klo jarang baca koran kampus). Menurut saya sih IPB ga bisa disalahkan gitu aja, TPB juga ada tujuannya kan, salah satunya pertukaran budaya. Tapi ada baiknya juga klo didiskusikan dengan pihak warga sekitar

    Reply

  4. eca
    Jul 25, 2011 @ 17:33:44

    lucu ceritanyaaaaaa😀

    Reply

  5. ifah
    Jun 28, 2014 @ 17:01:08

    setau saya tpb itu dibikin gara2 dulu di ipbnya sendiri pernah rusuh antar fakultas. makanya supaya mahasiswanya nggak rusuh diadain tpb yg notabenenya dari fakultas A sampe I campur aduk di satu gedung

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: